MG tunggu kepastian teknis insentif mobil listrik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bandung (ANTARA) - MG Motor Indonesia menyambut positif rencana pemerintah menyiapkan insentif bagi 100 ribu unit mobil listrik pada tahun ini, meski masih menunggu kejelasan teknis pelaksanaannya.

Pabrikan asal Inggris yang telah diakuisisi China tersebut menilai kebijakan ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih dinamis.

“Detailnya kan baru 100 ribu, 200 ribu. Tapi implementasi akan seperti apa, kemudian di titik mana yang akan disubsidi, itu yang kami butuhkan, agar bisa dikaji lebih dalam lagi. Namun dengan berita (insentif) ini kami senang ya, selaku-pelaku di industri mobil pasti senang sekali,” ujar Manager Produk MG Motor Indonesia Eko Fachruroji pada media test drive di Bandung, Rabu.

Saat ini, menurut Fachru, pelaku industri, tak terkecuali MG, masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait mekanisme dan kriteria pemberian insentif yang tengah dikaji pemerintah.

Baca juga: Pengamat sarankan kuota insentif EV 2026 motor lebih besar dari mobil

“Namun memang kami menunggu terkait operasionalnya. Artinya, karena sempat juga disebutkan ada beberapa kriteria seperti apa, misalnya seperti baterai mungkin akan dapat insentif yang full nikel, atau nanti juga mungkin yang LFP mungkin dapat, tapi porsinya berbeda,” katanya.

Meski demikian, produsen menilai skema insentif penuh seperti yang diterapkan sebelumnya masih menjadi opsi yang lebih efektif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.

“Kalau menurut kami, yang pas pastinya (skema insentif) tahun lalu ya. Artinya tahun lalu itu kan 100 persen dikasih insentif,” ujar Fachru.

Terkait kuota insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik, MG menilai jumlah tersebut masih berpotensi belum kuat untuk mendorong pertumbuhan industri secara optimal.

“Kalau ditanya kita cukup atau tidak, pastinya kita bilang akan kurang, untuk lebih mendorong lagi industri ini, biar lebih berkembang lagi,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya menegaskan tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah yang berlaku kelak.

“Tapi tentu pemerintah kan punya hitung-hitungan, melihat seberapa besar dampaknya ke pasar. Kemudian juga kekuatan fiskal dari pemerintah, namun yang pastinya kita akan mengikuti,” imbuhnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (5/4), mengatakan pemerintah akan mempersiapkan insentif kendaraan listrik (EV), dengan rincian masing-masing 100 ribu unit mobil dan 100 ribu motor listrik tahun ini.

Baca juga: Produsen tunggu kepastian di tengah aturan baru pajak EV

Baca juga: Skema baru pajak EV, Periklindo soroti peluang investasi daerah

Baca juga: Gaikindo sebut adil jika mobil listrik dikenakan pajak

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

  • Tags
  • insentif mobil listrik
  • insentif ev
  • insentif mobil listrik 2026