Michael Carrick mengakui adanya tekanan besar dalam mengemban tugas sebagai manajer Manchester United. Pengalaman sebagai pemain di klub tersebut membuatnya memahami betul ekspektasi yang tinggi.
Carrick, yang diangkat sebagai manajer interim pada Januari lalu, langsung memberikan dampak positif. Dilansir dari Detik Sport, Setan Merah berhasil meraih tujuh kemenangan dari sepuluh pertandingan yang dipimpinnya. Capaian ini membuat namanya disebut-sebut layak menjadi manajer tetap.
Sejak Sir Alex Ferguson pensiun, MU telah menunjuk sejumlah manajer dengan berbagai karakteristik. Namun, belum ada yang mampu meraih kesuksesan signifikan.
Carrick sendiri memiliki pengalaman panjang di Old Trafford sebagai pemain, tepatnya dari tahun 2006 hingga 2018. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal untuk menghadapi tekanan sebagai manajer.
"Ada bagian dari (hal-hal yang menyertai menjadi manajer Manchester United) — dan saya tidak acuh tak acuh ketika mengatakannya — yang sudah saya tahu sejak lama," ujar Carrick kepada Sky Sports.
Carrick menekankan bahwa tekanan di MU adalah sesuatu yang sudah ia rasakan sejak lama. Ia juga memahami harapan tinggi dan dukungan yang diberikan oleh para penggemar.
"Tekanannya adalah sesuatu yang sudah lama saya rasakan. Apa yang diharapkan di sini, bagaimana cara mencapai sesuatu, jumlah dukungan yang kami punya, dan sorotan adalah hal yang wajar setelah beberapa waktu," lanjutnya.
Carrick menambahkan bahwa tekanan yang dirasakannya mungkin tidak sebesar yang terlihat dari luar.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·