Microsoft sedang mengembangkan fitur baru bernama Low Latency Profile (LLP) untuk mengatasi keluhan performa pada sistem operasi Windows 11. Langkah ini dilaporkan pada Senin (11/5/2026) sebagai upaya perusahaan dalam meningkatkan kecepatan respons dan efisiensi penggunaan prosesor bagi para penggunanya.
Peningkatan performa melalui fitur LLP ini dilakukan dengan memacu frekuensi CPU ke titik maksimal dalam durasi singkat, yakni sekitar 1 hingga 3 detik. Mekanisme tersebut dirancang untuk memberikan tenaga instan saat sistem menjalankan tugas-tugas antarmuka (UI) yang bersifat krusial bagi pengalaman pengguna.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik iNET, implementasi teknologi ini memberikan dampak signifikan terhadap kecepatan berbagai elemen sistem. Membuka aplikasi bawaan seperti browser Microsoft Edge dan Outlook tercatat 40 persen lebih cepat dibandingkan kondisi normal tanpa fitur LLP.
Selain aplikasi, elemen antarmuka lainnya seperti menu Start dan menu konteks klik kanan diklaim mengalami peningkatan kecepatan muat hingga 70 persen. Pengujian internal menunjukkan bahwa fitur ini juga memberikan dampak positif pada peluncuran aplikasi pihak ketiga, meskipun rincian persentase peningkatannya belum dipaparkan secara mendetail.
Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek strategis yang lebih besar dari manajemen Microsoft. Kehadiran LLP menjadi pilar dalam proyek Windows K2 yang fokus pada perbaikan menyeluruh terhadap stabilitas, keandalan, dan performa sistem operasi Windows 11 agar lebih kompetitif.
Laporan dari Windows Central menguraikan beberapa poin utama terkait dampak dari fitur baru ini:
| Aplikasi Bawaan (Edge/Outlook) | 40 Persen Lebih Cepat |
| Elemen Antarmuka (Start/Konteks) | 70 Persen Lebih Cepat |
| Aplikasi Pihak Ketiga | Berpengaruh Positif (Belum Dirinci) |
Para insinyur Microsoft memastikan bahwa fitur ini bekerja sepenuhnya di latar belakang tanpa memerlukan aktivasi manual oleh pengguna melalui menu pengaturan. Meski memacu performa prosesor secara mendadak, sistem diklaim tetap stabil tanpa risiko panas berlebih atau pemborosan daya baterai pada perangkat laptop.
"Low Latency Profile" ujar Sumber internal Microsoft.
Penjelasan tersebut merujuk pada mekanisme yang akan mendorong frekuensi CPU menjadi lebih tinggi dalam waktu singkat untuk "mengakselerasi" pengoperasian antarmuka (UI). Pengembangan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman penggunaan yang semulus Windows 10 bagi seluruh basis pengguna global.
"akselerasi" kata Sumber internal Microsoft.
Saat ini, fitur LLP telah tersedia secara terbatas bagi para peserta program Windows Insider melalui versi preview terbaru. Pengguna yang memiliki keahlian teknis dapat mencoba fitur ini menggunakan utilitas pihak ketiga ViVeTool sebelum Microsoft merilisnya secara resmi ke publik dalam waktu dekat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·