OpenAI secara resmi menghadirkan Codex ke dalam peramban melalui peluncuran ekstensi terbaru untuk Google Chrome. Langkah ini memungkinkan kecerdasan buatan (AI) khusus pemrograman tersebut bekerja secara langsung di lingkungan browser pengguna.
Melalui plugin bernama Codex for Chrome, dilansir dari Tekno, AI agent ini memiliki kemampuan untuk mengakses tab, membuka aplikasi web, hingga menyelesaikan berbagai tugas berbasis internet secara real-time. Sebelumnya, pemanfaatan Codex cenderung terbatas pada ekosistem internal dan aplikasi milik OpenAI saja.
Perusahaan pimpinan Sam Altman ini pertama kali memperkenalkan Codex sebagai aplikasi macOS pada Februari lalu. Ekspansi ke ekstensi Chrome menandai babak baru di mana Codex tidak lagi terkurung dalam jendela chatbot atau lingkungan coding tradisional.
Codex dirancang sebagai asisten digital yang mampu menangani pekerjaan teknis dan coding yang kompleks. Berbeda dengan model bahasa biasa, AI ini dapat mengeksekusi tindakan langsung seperti melakukan debugging, mengedit baris kode, hingga memahami konteks pekerjaan secara mendalam.
Pertumbuhan pengguna alat ini tergolong sangat pesat. OpenAI mengungkapkan bahwa Codex kini memiliki lebih dari 4 juta pengguna aktif mingguan, angka yang menunjukkan peningkatan hingga delapan kali lipat jika dibandingkan dengan awal tahun 2026.
Keputusan membawa Codex ke Chrome didasarkan pada data perilaku pengguna. Setelah fitur Computer Use diluncurkan pada aplikasi desktop, OpenAI melihat mayoritas aktivitas pengguna justru terpusat di dalam browser, sehingga integrasi langsung menjadi langkah logis bagi perusahaan.
Codex for Chrome dikembangkan secara spesifik untuk membantu produktivitas pada situs web atau aplikasi di mana pengguna telah masuk (login). Fitur ini sangat efektif untuk tugas-tugas yang membutuhkan status akun atau konteks situs tertentu.
Beberapa fungsi yang bisa dijalankan meliputi riset pada situs web spesifik, memperbarui data pada sistem CRM, hingga membaca dashboard internal perusahaan. Selain itu, AI ini mampu mengisi formulir, merangkum email di Gmail, serta menjalankan alur kerja multi-langkah di berbagai tab.
Satu hal yang menonjol adalah mekanisme kerja Codex yang menggunakan grup tab khusus. Metode ini memungkinkan AI mengumpulkan informasi tanpa mengganggu atau mengambil alih sesi penjelajahan utama yang sedang dilakukan oleh pengguna.
Aspek keamanan juga tetap diperhatikan oleh pengembang ChatGPT ini. Jika terdapat tindakan yang bersifat sensitif, Codex diinstruksikan untuk meminta konfirmasi atau meminta pengguna mengambil alih kendali secara manual sebelum proses dilanjutkan.
OpenAI memastikan bahwa setelah tugas selesai, halaman-halaman penting akan tetap terbuka. Hal ini bertujuan agar pengguna dapat melakukan verifikasi atau pengecekan ulang terhadap hasil kerja yang telah dilakukan oleh asisten AI tersebut.
Dalam pengumumannya, pihak OpenAI menekankan fleksibilitas alat ini dalam memilih instrumen kerja. Jika sebuah tugas membutuhkan banyak alat, Codex akan memilih opsi terbaik, termasuk menggunakan plugin tertentu atau mengakses situs melalui Chrome secara paralel.
Proses pemasangan fitur ini dilakukan langsung melalui aplikasi Codex. Pengguna perlu mengakses menu Plugins, menambahkan Chrome plugin, lalu mengikuti prosedur instalasi untuk menyambungkan ekstensi tersebut ke peramban hingga status menunjukkan terhubung.
Setelah sinkronisasi berhasil, pengguna cukup membuka thread baru di aplikasi Codex. Sistem secara otomatis akan menyarankan penggunaan fungsi Chrome apabila tugas yang diberikan memerlukan akses ke situs web yang sudah terhubung dengan akun pengguna.
Visi OpenAI melalui peluncuran ini adalah menjadikan Codex lebih inklusif untuk berbagai jenis pekerjaan administratif harian, bukan hanya untuk para pengembang perangkat lunak. Praktisnya akses ke dashboard internal dinilai menjadi nilai tambah bagi pengguna korporat.
Meski menawarkan kemudahan, izin akses yang diminta ekstensi ini cukup luas, mulai dari membaca data situs, mengakses riwayat browsing, hingga mengelola unduhan. OpenAI mengeklaim tetap memberikan kontrol penuh kepada pengguna untuk mengatur izin akses pada setiap domain situs web.
Saat ini, ekstensi Codex untuk Chrome telah tersedia bagi pengguna global melalui menu Plugins. Namun, dukungan resmi untuk wilayah Uni Eropa dan Inggris dilaporkan masih harus menunggu proses regulasi lebih lanjut sebelum bisa digunakan secara luas.
Di masa depan, integrasi yang lebih masif sedang disiapkan oleh OpenAI. Perusahaan disebut-sebut bakal menggabungkan kemampuan Codex dengan ChatGPT serta peramban AI internal mereka yang sedang dikembangkan dengan nama kode Atlas.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·