Milenial dan Gen Z Kuasai Komposisi Penduduk Jakarta Pada 2025

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Ilustrasi gen z. Foto: Odua Images/Shutterstock

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat struktur penduduk Ibu Kota pada tahun 2025 didominasi oleh generasi muda.

Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Jakarta mencapai 10,72 juta jiwa. Komposisi penduduk didominasi generasi Milenial dan Generasi Z (Gen Z).

“Penduduk menurut generasi: Milenial (24,82%) dan Gen Z (24,12%) mendominasi, diikuti Gen X (21,85%) dan Post Gen Z (17,78%). Baby Boomer 10,72%, Pre Boomer 0,71%,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, dalam keterangan resminya, Rabu (6/5).

Selain itu, rasio ketergantungan Jakarta berada di angka 40,34 yang tergolong rendah, dengan Tingkat Fertilitas Total (TFR) sebesar 1,79 anak per perempuan.

Ilustrasi berjalan di Kota Jakarta. Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Kondisi ini menunjukkan peluang besar bagi Jakarta dalam memanfaatkan bonus demografi untuk pembangunan jangka panjang.

Chico menyebut, hasil SUPAS 2025 menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta berada pada fase puncak bonus demografi.

“SUPAS 2025 memberikan sinyal kuat bahwa Jakarta sedang berada di puncak bonus demografi. Dominasi generasi muda yang produktif, tingkat kesuburan yang terkendali, serta rasio ketergantungan yang rendah adalah modal emas bagi kita untuk membangun Jakarta yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Chico.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperkuat berbagai program untuk menjaga kualitas penduduk, termasuk kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

“Kami telah memperkuat program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di seluruh Puskesmas serta Posyandu, sehingga TFR berhasil ditekan ke level 1,79. Program imunisasi dan gizi balita juga terus digencarkan, berkontribusi pada penurunan angka kematian bayi dan balita,” katanya.

Ilustrasi perempuan lansia makan sendiri. Foto: Shutter Stock

Pemprov DKI Jakarta juga merespons peningkatan jumlah penduduk lanjut usia yang mencapai 12,01 persen melalui pengembangan program ramah lansia.

Chico menegaskan, ke depan Pemprov DKI Jakarta akan memfokuskan kebijakan pada pemberdayaan generasi muda, perlindungan kelompok rentan, serta pengelolaan kependudukan dan migrasi secara terencana.

“Saat ini, kami sedang mempercepat Jakarta Ramah Lansia dengan memperluas layanan kesehatan lansia terintegrasi dan menciptakan lingkungan yang age-friendly,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program berupa pelatihan vokasi, inkubasi startup, dan ekosistem kreatif bagi generasi muda.

“Ke depan, kami akan fokus pada tiga pilar utama; Pemberdayaan Generasi Muda, Perlindungan Kelompok Rentan, dan Pengelolaan Kependudukan dan Migrasi yang terencana,” ujarnya.