Kapal kargo pengangkut kendaraan Alliance Fairfax berbendera Amerika Serikat berhasil melintasi Selat Hormuz yang sedang diblokade Iran dengan pengawalan aset militer Washington pada Senin (4/5/2026). Keberhasilan perlintasan keluar dari perairan Teluk tersebut dilaporkan oleh perusahaan pelayaran Maersk sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Maersk mengonfirmasi bahwa kapal yang dioperasikan oleh anak perusahaannya, Farrell Lines, tersebut melakukan transit tanpa kendala. Perusahaan memastikan seluruh awak kapal dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka-luka saat melewati jalur maritim strategis tersebut.
Alliance Fairfax merupakan bagian dari Program Keamanan Maritim AS yang berfungsi menjamin transportasi logistik militer saat terjadi keadaan darurat nasional atau perang. Berdasarkan laporan Al Arabiya, kapal ini sempat tertahan di perairan Teluk sejak awal Maret akibat penutupan jalur oleh otoritas Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pengawalan ini merupakan bagian dari upaya aktif militer untuk memulihkan arus pengiriman komersial. Saat ini, setidaknya masih terdapat satu kapal dagang berbendera Amerika Serikat lainnya yang tertahan di kawasan tersebut.
"Sebagai langkah pertama, dua kapal dagang berbendera AS telah berhasil melewati Selat Hormuz," klaim CENTCOM melalui pernyataan di media sosial X pada Senin (4/5/2026).
Pihak militer menjelaskan bahwa sejumlah kapal perusak Angkatan Laut dilibatkan dalam misi bertajuk Project Freedom. Misi yang diumumkan Presiden Donald Trump ini bertujuan memandu kapal-kapal komersial agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah pembatasan pelayaran.
"Klaim para pejabat Amerika tidak berdasar dan sepenuhnya keliru," tegas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Penegasan IRGC tersebut membantah laporan Washington mengenai adanya kapal dagang yang berhasil lewat. Pihak Iran mengklaim tidak ada satu pun kapal komersial yang melakukan perlintasan di sepanjang hari Senin tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·