Militer Israel Tewaskan Kepala Sayap Militer Hamas di Gaza

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Serangan udara militer Israel di wilayah Kota Gaza pada Jumat (15/5) menewaskan Ezzedine Al-Haddad yang merupakan kepala sayap militer Hamas. Kepastian mengenai kematian pimpinan kelompok tersebut dikonfirmasi oleh pihak militer Israel pada Sabtu (16/5), sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan kantor berita AFP.

Dua pejabat dari internal Hamas turut memberikan konfirmasi terpisah kepada AFP bahwa Haddad meninggal dunia. Pemimpin militer tersebut kehilangan nyawanya setelah gempuran Israel menyasar sebuah apartemen serta kendaraan sipil di wilayah Kota Gaza pada hari Jumat (15/5).

Pihak militer Israel dan badan keamanan domestik Shin Bet mengumumkan operasi tersebut sebagai serangan yang terencana.

"IDF dan ISA mengumumkan bahwa kemarin, dalam serangan tepat sasaran di wilayah Kota Gaza, Ezzedine Al-Haddad telah dilenyapkan," kata militer Israel, merujuk pada diri mereka sendiri dan badan keamanan domestik Shin Bet, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/5/2026).

Tentara Israel mengidentifikasi Haddad sebagai figur penting dalam struktur komando militer Hamas yang tersisa. Menurut otoritas bersenjata tersebut, ia memiliki peran besar dalam peristiwa serangan yang berlangsung pada akhir tahun 2023.

"Sepanjang perang, Haddad terlibat dalam penahanan banyak sandera Israel di bawah tawanan Hamas," kata militer Israel.

Pihak militer juga menyatakan bahwa Haddad menggunakan metode tertentu untuk melindungi dirinya dari potensi serangan udara selama konflik berlangsung.

"Haddad mengelola sistem penahanan sandera Hamas dan mengelilingi dirinya dengan sandera dalam upaya untuk mencegah pembunuhannya," imbuh militer Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya telah menetapkan Haddad sebagai target operasi utama mereka.

Haddad, yang menjadi kepala militer Hamas di Gaza setelah Israel membunuh Mohammad Sinwar pada Mei 2025, "bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan bahaya yang ditimbulkan pada ribuan warga sipil (dan) tentara Israel," kata Netanyahu dan Katz.

"Sepanjang perang, Haddad terlibat dalam penahanan banyak sandera Israel di bawah tawanan Hamas," kata militer Israel.

"Haddad mengelola sistem penahanan sandera Hamas dan mengelilingi dirinya dengan sandera dalam upaya untuk mencegah pembunuhannya," imbuh militer Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya telah menetapkan Haddad sebagai target operasi utama mereka.

Haddad, yang menjadi kepala militer Hamas di Gaza setelah Israel membunuh Mohammad Sinwar pada Mei 2025, "bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan bahaya yang ditimbulkan pada ribuan warga sipil (dan) tentara Israel," kata Netanyahu dan Katz.

"Militer Israel mengatakan bahwa Haddad adalah "salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang mengarahkan perencanaan dan pelaksanaan pembantaian 7 Oktober".

Intensitas serangan di wilayah Gaza terus ditingkatkan oleh militer Israel dalam beberapa pekan terakhir. Langkah agresif ini diambil setelah Tel Aviv menyudahi operasi ofensif bersama Amerika Serikat yang diarahkan ke Iran.