Satu siswa kelas IV dilaporkan meninggal dunia dan delapan lainnya luka-luka setelah mobil milik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi, menabrak kerumunan siswa di depan SDN Sukaratu 5 pada Kamis (30/4/2026) pukul 09.00 WIB.
Insiden tersebut bermula saat kendaraan Toyota Innova hitam yang dikemudikan Ahmad Mursidi melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung sebelum akhirnya hilang kendali, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Sembilan korban saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis.
Guru SDN Sukaratu 5, Rika Novianti menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu terjadi bertepatan dengan jam istirahat sekolah. Mobil tersebut awalnya menghantam seorang pengendara motor sebelum oleng ke arah kanan dan menabrak para siswa.
"Anak lagi jajan, menurut keterangan ada mobil di depan nabrak sales dulu, lalu nabrak anak-anak, anak-anak udah ada yang di dalam kolong mobil, berdarah-darah sampai ada yang kritis," ungkap Rika.
Rika menambahkan bahwa jumlah korban yang terdata saat ini telah dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk perawatan intensif.
"Jumlah sementara yang sudah dibawa ke rumah sakit ada 9 orang," ujarnya.
Keluarga korban mengonfirmasi kondisi anak-anak mereka yang tengah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat. Salah satu orang tua korban, Irma, merinci luka-luka yang diderita anaknya akibat hantaman kendaraan tersebut.
"Anak saya mengalami luka di bagian kaki, mulut sama jidat. Sekarang masih dirawat," singkat Irma.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Pandeglang telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Surya Muhammad mengonfirmasi identitas pengemudi dan arah laju kendaraan.
"Kita menjelaskan terkait kecelakaan lalu lintas di depan SDN Sukarta 5, yang melibatkan kendaraan Toyota Inova hitam yang dikendarai oleh saudara Ahmad Mursidi, yang menabrak kerumunan anak sekolah yang ada di depan SD," kata Surya.
Kepolisian saat ini masih dalam tahap pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian. Ahmad Mursidi saat ini masih berstatus sebagai saksi dalam proses penyelidikan yang berjalan.
"Sementara masih kita laksanakan pemeriksaan saksi-saksi, belum bisa diputuskan ditahan atau tidak," katanya.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·