Mossad Klaim Tembus Iran dan Lebanon untuk Ambil Rahasia Sensitif

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan intelijen Israel, Mossad, mengeklaim telah berhasil melakukan penetrasi operasional ke wilayah Iran dan Lebanon pada Selasa (28/4/2026) untuk mengumpulkan data strategis. Operasi tersebut dilaporkan berhasil mengamankan berbagai informasi rahasia yang sangat sensitif milik pihak musuh.

Pencapaian intelijen ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Mossad, David Barnea, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan Al Arabiya. Barnea menyatakan bahwa pihaknya telah meraih keuntungan signifikan baik secara taktis maupun strategis melalui akses langsung terhadap data-data tersebut.

"intelijen berharga" kata David Barnea, Kepala Mossad.

Barnea memberikan penegasan bahwa efektivitas operasional badan intelijen tersebut telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menilai kemampuan unitnya mampu menembus jauh ke dalam negara-negara yang menjadi target operasi utama mereka.

"beberapa rahasia paling sensitif musuh" ujar David Barnea, Kepala Mossad.

Dalam pemaparannya, Barnea menjelaskan adanya transformasi mendasar dalam cara kerja Mossad selama periode peperangan. Perubahan ini mencakup pergeseran dari aktivitas rahasia antar-konflik menjadi kekuatan militer yang lebih aktif dan ofensif.

"intelijen strategis dan taktis" ucap David Barnea, Kepala Mossad.

Penguatan kapasitas ofensif ini didukung oleh pembentukan berbagai unit baru serta penguasaan teknologi inovatif dalam beberapa tahun terakhir. Pihak Israel menganggap penetrasi ini sebagai kunci sukses dalam melumpuhkan puluhan tokoh politik dan militer senior lawan sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu.

"kemampuan operasional baru dan belum pernah terjadi sebelumnya" tutur David Barnea, Kepala Mossad.

Meski mengadopsi teknologi mutakhir, Barnea tetap memandang aspek personel manusia sebagai fondasi utama dalam menjalankan misi khusus. Hal ini menjadi krusial di tengah laporan media lokal mengenai keberhasilan Israel dalam menargetkan figur penting di Teheran maupun Lebanon.

"pergeseran dalam pendekatan operasional Mossad" kata David Barnea, Kepala Mossad.

Pernyataan ini muncul di tengah situasi meningkatnya ketegangan regional pasca tewasnya sejumlah pemimpin tinggi, termasuk Ayatollah Ali Khamenei dan Mohammad Bagheri dari IRGC. Di sisi lain, pemerintah Iran baru-baru ini merespons ancaman tersebut dengan mengeksekusi puluhan warga yang dituduh menjadi kaki tangan agen Israel.