Pemkot Jaktim perkuat pengelolaan sampah lewat "Bank Sampah Ceria"

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat pengelolaan sampah di wilayah setempat melalui Bank Sampah Ceria di Kecamatan Makasar.

"Di Kecamatan Makassar ini tadi sudah diresmikan Bank Sampah Ceria yang menampung seluruh bank sampah yang ada. Penimbangannya semuanya terpusat di sini," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa.

Munjirin menyebut Kecamatan Makassar ditetapkan sebagai wilayah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

"Makassar ini akan menjadi percontohan. Nanti konsepnya akan diadopsi oleh sembilan kecamatan lainnya. Progresnya juga akan kita monitor secara berkala agar berjalan sesuai target," ujar Munjirin.

Langkah ini ditandai dengan peresmian Bank Sampah Ceria yang diharapkan menjadi pusat pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus model yang akan direplikasi di seluruh kecamatan di Jakarta Timur.

Selain itu, program ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah kota dalam mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Dia menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga hingga kantor-kantor pemerintahan.

Oleh karena itu, peresmian Bank Sampah Ceria di Kecamatan Makassar menjadi tonggak penting dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Bank sampah ini berfungsi sebagai pusat penimbangan dan pengumpulan sampah anorganik dari seluruh bank sampah yang tersebar di tingkat RW maupun kelurahan.

"Ini adalah salah satu bentuk upaya kita dalam rangka pengurangan volume sampah yang akan sampai ke Bantar Gebang," ucap Munjirin.

Munjirin menambahkan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat pemilahan sampah dari sumber.

Sampah organik didorong untuk diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan melalui teknologi sederhana seperti biopori, sementara sampah anorganik diarahkan ke bank sampah untuk didaur ulang.

"Pemilahan sampah dari sumber, baik di rumah maupun di kantor, harus dilakukan secara konsisten. Yang anorganik masuk ke bank sampah, yang organik dimanfaatkan untuk komposting atau biopori. Ini sudah kita lakukan sejak lama dan terus kita perkuat," jelas Munjirin.

Munjirin optimistis Bank Sampah Ceria dan sistem pengelolaan yang terintegrasi ini dapat menekan volume sampah secara signifikan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.

Turut hadir dalam peresmian Bank Sampah Ceria, antara lain masyarakat Kecamatan Makasar, aparat kecamatan mulai dari camat, lurah, hingga RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Hadir juga PT Morego yang sudah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam penanganan masalah persampahan di Jakarta Timur.

Baca juga: Bank Sampah Sakura di Jaksel olah minyak jelantah jadi sabun cuci

Baca juga: Sudin LH Jakbar dorong pembentukan bank sampah di Rusun Angke

Baca juga: Warga Jakarta siap pilah sampah asal difasilitasi

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.