Aktivitas tersembunyi di sebuah penginapan kawasan Kedonganan, Kuta, Badung, mengejutkan warga sekitar setelah kepolisian mengungkap dugaan penyekapan puluhan warga negara asing (WNA) pada Selasa (28/4/2026). Lokasi tersebut diduga menjadi pusat operasional penipuan daring (scam) internasional yang melibatkan puluhan pekerja asing.
Situasi di gerbang depan penginapan tersebut kini telah dipasangi garis polisi dengan kondisi pintu tertutup rapat. Berdasarkan pantauan detikBali di lokasi, terdapat tulisan yang menyatakan bahwa hunian tersebut sudah penuh, sementara suasana di bagian dalam tampak tidak berpenghuni pascapenggerebekan.
Seorang tetangga perempuan yang tinggal di depan bangunan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya tidak melihat adanya gelagat mencurigakan dari aktivitas harian di lokasi. Ia hanya sesekali melihat mobil melintas serta orang yang bertugas mencuci perlengkapan penginapan.
"Ada yang pulang pergi gitu aja. Orang Indonesia yang pulang pergi yang kayak cuci-cuci sprei," ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Saksi tersebut menambahkan bahwa pemilik properti merupakan warga lokal, namun penyewanya disebut berasal dari luar negeri. Ia bahkan sempat ditolak saat ingin memesan kamar untuk keluarganya dengan alasan kamar sudah tidak tersedia bagi penyewa lain.
"Saya tadinya mau pesan kamar di situ, buat orang tua. Tapi di sini kan gak dikasih, katanya orang Cina kan gak boleh," imbuhnya.
Warga lainnya bernama Ahmad menyatakan bahwa hunian tersebut memang selalu terlihat tertutup rapat setiap kali ada orang yang masuk atau keluar. Ia baru mengetahui adanya masalah hukum saat melihat kedatangan petugas kepolisian dalam jumlah banyak pada Senin malam.
"Ya, biasa saja, kayak kos-kosan gitu. Tapi saya kurang tahu juga ya kegiatan di baliknya," katanya.
Ahmad menjelaskan bahwa penginapan tersebut biasanya sangat ramai oleh wisatawan domestik pada periode pergantian tahun. Namun, pada hari biasa, bangunan itu cenderung tertutup dari interaksi sosial masyarakat sekitarnya.
"Semalam saya kaget kok banyak orang, ada polisi datang. Tetangga-tetangga juga nggak ada yang tahu karena memang tertutup sekali pintunya. Begitu ada orang masuk, langsung ditutup lagi," ungkapnya.
Kasus ini mencuat setelah pihak kepolisian menindaklanjuti laporan dari Kedutaan Besar Filipina mengenai dugaan eksploitasi warga negara mereka. Dalam operasi tersebut, petugas menyita perangkat elektronik yang memperkuat dugaan adanya jaringan sindikat penipuan terorganisir.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·