Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai komitmen dari Presiden Prabowo Subianto terhadap buruh harus menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para pekerja dalam menghadapi era digitalisasi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan.
Dia mengatakan Presiden Prabowo untuk memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan dasar pekerja di seluruh Indonesia, khususnya dari aspek perumahan dan kondisi kerja yang lebih baik, sehingga pekerja Indonesia dapat bekerja lebih produktif ke depannya.
"Kita juga harus memanfaatkan momentum afirmasi pemerintah terhadap pekerja Indonesia dengan meningkatkan ketrampilan segenap pekerja," kata Eddy dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Wakil Ketua MPR RI jamin studi S2 pada lulusan terbaik Unpatti
Dia menjelaskan, kompetisi Indonesia dengan negara-negara tetangga dalam menggaet investasi di sektor industri dan manufaktur tentu harus dibarengi dengan reskilling (alih keteramplian) dan upskilling (pemahiran) pekerja nasional agar bisa bersaing dengan sesama pekerja.
Kemampuan pekerja Indonesia untuk memahami dan fasih memanfaatkan teknologi, menurut dia, merupakan daya tarik kunci bagi investasi yang berkualitas untuk masuk ke Indonesia.
"Investasi di sektor data center, semi konduktor dan green industries membutuhkan tenaga kerja yang terampil, terdidik dan menguasai teknologi, apalagi kita telah masuk ke era AI," kata dia.
Baca juga: MPR tekankan adaptasi SDM hadapi disrupsi global
Karena itu, dia mendorong peningkatan kapasitas pekerja se-Indonesia agar siap berkompetisi dengan negara-negara tetangga untuk menangkap peluang investasi di sektor industri dan manufaktur yang akan dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi tinggi sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo.
Pemerintah, kata dia, tentu tidak bisa menjamin bahwa berbagai lapangan pekerjaan yang hari ini tersedia akan tetap tersedia ke depannya. Dia mengingatkan bahwa gelombang teknologi yang berkembang cepat akan merubah peta lapangan kerja di masa mendatang dan pekerja Indonesia perlu siap menghadapinya.
"Saat ini yang bisa dijamin pemerintah adalah bahwa pekerja tidak akan ditinggalkan dan selalu mendapatkan perhatian, khususnya terhadap peningkatan kemampuan dan kesejahteraannya," katanya.
Baca juga: MPR apresiasi langkah Prabowo evaluasi MBG agar lebih tepat sasaran
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·