Sekretariat Jenderal MPR RI resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) guna memperkuat sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang direncanakan berlangsung untuk periode 2026 hingga 2031, seperti dilansir dari Detikcom.
Kemitraan antara lembaga negara dan perguruan tinggi ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta memperluas jaringan akademik nasional.
Langkah tersebut juga dipandang krusial dalam memperkuat peran universitas untuk memberikan solusi terhadap tantangan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen ULM dalam mempermudah akses pendidikan bagi mahasiswa melalui berbagai program bantuan biaya.
"I'm very grateful, Alhamdulillah we can come back here. MPR has often collaborated with Lambung Mangkurat University through FGD, FKP, and various other activities," kata Siti Fauziah.
Siti Fauziah, yang merupakan perempuan pertama di posisi Sekretaris Jenderal MPR RI, memuji langkah inovatif kampus dalam menjangkau mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.
"I am very proud, this university can fund underprivileged students, even applying the 'pick up the ball' method, where the campus comes to the students. That is very good and can be emulated by other campuses," tutur Siti Fauziah.
Ia juga menyoroti kapasitas besar ULM yang mengelola puluhan ribu mahasiswa di dua lokasi kampus utama, yakni di Banjarmasin dan Banjarbaru.
Kerja sama ke depan akan diimplementasikan melalui beragam program nyata, mulai dari Forum Kajian Permusyawaratan (FKP) hingga penyediaan posisi magang bagi para mahasiswa.
Hasil dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama nantinya bakal menjadi rujukan penting bagi Badan Pengkajian MPR RI dalam menyusun rekomendasi kebijakan negara.
Salah satu fokus utama yang akan dibahas adalah bidang hukum lingkungan, mengingat posisi geografis Kalimantan Selatan yang masih memiliki area hijau luas, terutama di Banjarbaru.
"The choice of this environmental law theme is very appropriate. We see that Kalimantan still has many green areas that need to be maintained," ujar Siti Fauziah.
Siti Fauziah berharap sinergi ini memberikan dampak positif bagi kontribusi akademisi dalam mematangkan pembangunan hukum dan sistem ketatanegaraan Indonesia.
"I hope this cooperation continues and provides real benefits for the world of education and the strengthening of constitutional democracy in Indonesia," kata Siti Fauziah.
Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, menyambut baik kunjungan tersebut dan meyakini bahwa kolaborasi ini akan memajukan kualitas riset serta pengabdian masyarakat di kampusnya.
Ahmad memaparkan bahwa ULM merupakan pionir perguruan tinggi di Kalimantan yang secara konsisten memperluas akses melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
"ULM is committed to presenting inclusive and quality higher education. We want regional children to still be able to go to college without being burdened by high living costs by bringing educational services closer to the community," tutur Ahmad Alim Bachri.
Pihak universitas juga menegaskan komitmen mereka untuk menjaga agar biaya pendidikan tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
"Since 2014 until now, ULM has never raised the UKT. As long as I am the rector, we strive so that education remains accessible to all groups," kata Ahmad Alim Bachri.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·