Jakarta, 14 April 2026 – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sedang dalam proses penyusunan ulang Buku Sejarah MPR. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat pemahaman publik terhadap peran dan perjalanan MPR RI. Buku tersebut direncanakan selesai serta diluncurkan pada Agustus mendatang, bertepatan dengan hari jadi MPR RI.
Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menjelaskan bahwa penyusunan ulang buku ini didasari oleh buku sejarah sebelumnya yang terbit pada tahun 2006. Buku edisi lama itu dinilai belum lengkap sehingga perlu adanya pembaruan. Hal tersebut disampaikan Siti Fauziah saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Sekretariat Jenderal MPR RI dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4/2026).
"Awalnya kita sudah punya buku sejarah yang diterbitkan tahun 2006, tetapi memang belum lengkap dan tidak diteruskan. Dari situlah Pimpinan MPR meminta supaya sejarah ini ditulis kembali dengan berbagai perbaikan," kata Siti Fauziah.
Penyusunan ulang buku sejarah ini tidak hanya melanjutkan edisi sebelumnya, melainkan ditulis ulang secara komprehensif. Hal ini, menurut Siti, penting agar generasi mendatang memahami peran dan fungsi MPR secara utuh.
Dalam proses penyusunan, MPR RI bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Kolaborasi ini melibatkan tim dari kedua belah pihak yang telah bekerja selama beberapa bulan terakhir. Siti Fauziah memastikan MPR RI akan memberikan dukungan penuh dalam pembentukan tim hingga pembiayaan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kita sudah mempunyai tim, baik dari UI maupun dari MPR. Poin-poin sejarahnya juga sudah disusun dan disepakati bersama," jelas Siti Fauziah. Ia berharap buku ini tidak hanya menjadi referensi internal, tetapi juga memperluas wawasan masyarakat mengenai sejarah dan peran MPR RI.
Dikutip dari Detikcom, Siti Fauziah menyampaikan harapannya agar buku sejarah MPR ini dapat membuka wawasan masyarakat, termasuk anggota MPR sendiri, karena masih banyak yang belum mengetahui sejarah tersebut.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·