Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Chromebook Saat Tahanan Rumah

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menghadiri sidang pembacaan tuntutan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Rabu (14/5/2026). Dilansir dari Detikcom, Nadiem saat ini berstatus sebagai tahanan rumah untuk menjalani masa perawatan kesehatan dan pemulihan pascaoperasi.

Perkara hukum ini bermula dari dugaan penyelewengan proyek pengadaan laptop yang dinilai merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun. Nadiem menceritakan suasana haru saat dirinya harus meninggalkan kediaman untuk mengikuti proses persidangan di tengah masa tahanan rumah tersebut.

"Saya nggak bisa menjelaskan ya rasanya seperti apa untuk bisa datang ke rumah saya sendiri, ketemu dengan anak-anak saya. Tadi si kecil yang paling, si baby yang umur 1 itu nangis waktu saya keluar untuk sidang hari ini, karena dia kayak pertama kali merasa saya ada di rumah habis itu kok pergi lagi. Jadi harus ditarik dari tangan saya," kata Nadiem Makarim, Eks Mendikbudristek.

Terdakwa mengaku merasakan campur aduk emosi karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga meski sedang menghadapi proses hukum yang berjalan. Rasa syukur disampaikan Nadiem atas keputusan majelis hakim yang memberikan izin penahanan rumah di tengah kondisi kesehatannya.

"Saya tentunya bersyukur yang luar biasa, saya bisa dalam lingkungan steril menjalani operasi dan perawatan di rumah. Saya juga bersyukur bahwa hakim itu manusiawi untuk memperbolehkan saya bersama keluarga di masa perawatan," ujar Nadiem Makarim, Eks Mendikbudristek.

Kondisi emosional keluarga menjadi sorotan Nadiem saat memberikan keterangan di pengadilan. Ia mengungkapkan bahwa momen kepulangannya ke rumah merupakan pengalaman yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

"Saya sangat berdoa. Teman-teman nggak pernah merasakan seperti apa kembali ke rumah. Itu perasaan yang sedih dan senang bercampur. Itu hal yang nggak bisa saya jelaskan lah bagaimana perasaannya. Ya udah jelas banyak air mata," tambah Nadiem Makarim, Eks Mendikbudristek.

Terkait kondisi fisiknya, Nadiem mengonfirmasi bahwa ia harus segera menuju rumah sakit sesaat setelah agenda sidang hari ini selesai. Tindakan medis lanjutan perlu segera diambil untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih besar.

"Langsung ke rumah sakit. Saya operasi malam ini. Karena kalau tidak, bisa ke mana-mana dampak kesehatannya kepada saya. Ini sudah operasi keempat, kelima kalau nggak salah. Jadi ini harus ditangani segera atau nggak risikonya cukup berat untuk saya," ucap Nadiem Makarim, Eks Mendikbudristek.

Dalam dakwaan jaksa, kerugian negara sebesar Rp 2,1 triliun tersebut mencakup selisih harga Chromebook mencapai Rp 1,5 triliun. Selain itu, terdapat pengadaan CDM yang dianggap tidak bermanfaat senilai USD 44.054.426 atau sekitar Rp 621 miliar.

Kasus ini juga menjerat tiga terdakwa lainnya dari lingkungan kementerian dan konsultan. Mereka adalah mantan Direktur Sekolah Dasar Sri Wahyuningsih, mantan Direktur SMP Mulyatsyah, serta tenaga konsultan Ibrahim Arief.