Perdana Menteri India Narendra Modi mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, membatasi perjalanan internasional, hingga menunda pembelian emas demi menjaga stabilitas ekonomi nasional pada Minggu (10/5/2026). Langkah darurat ini diambil menyusul lonjakan harga energi global yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari Detik Finance, seruan tersebut disampaikan Modi saat berpidato di Hyderabad sebagai respons atas ketergantungan besar negara tersebut terhadap impor energi. Saat ini, India mengimpor sekitar 85 persen kebutuhan bahan bakar dan sangat bergantung pada jalur Selat Hormuz untuk pasokan minyak mentah, gas alam cair, serta LPG.
Penghematan devisa menjadi alasan utama di balik kebijakan tersebut karena harga minyak yang melambung memberikan tekanan besar pada neraca perdagangan India. Selain energi, India tercatat sebagai pembeli emas terbesar kedua di dunia setelah China dengan nilai impor yang mencapai hampir US$ 72 miliar.
Sektor pariwisata luar negeri juga menjadi sasaran penekanan biaya setelah data menunjukkan sekitar 32,7 juta warga India melakukan perjalanan ke mancanegara pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, lebih dari 14 juta orang di antaranya merupakan wisatawan yang bepergian untuk tujuan rekreasi.
Kondisi ekonomi kian tertekan setelah nilai tukar Rupee diperdagangkan mendekati titik terendah sepanjang masa terhadap dolar AS. Dampak pasar juga terlihat pada Senin (11/5/2026) melalui anjloknya saham perusahaan perhiasan Titan sebesar 6 persen dan penurunan saham maskapai penerbangan IndiGo sebesar 2,8 persen.
Situasi geopolitik di Timur Tengah semakin memperburuk keadaan setelah adanya pernyataan keras dari kepemimpinan Amerika Serikat terkait konflik regional. Hal ini memicu kekhawatiran pelaku pasar akan ketersediaan pasokan energi dunia dalam jangka pendek.
Hingga Maret 2026, India telah mengalokasikan dana sebesar US$ 174,9 miliar untuk impor minyak mentah dan produk petroleum. Angka tersebut setara dengan 22 persen dari total keseluruhan nilai impor negara itu dalam satu tahun fiskal.
| Ketergantungan Impor BBM | 85% |
| Impor Minyak via Selat Hormuz | 50% |
| Total Belanja Impor Minyak (Fiskal 2026) | US$ 174,9 Miliar |
| Nilai Impor Emas | US$ 72 Miliar |
| Wisatawan Luar Negeri (2025) | 32,7 Juta Orang |
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·