Netzme Terapkan Pembayaran QRIS Antarnegara Indonesia&China bagi UMKM

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-China mulai membuka peluang baru bagi pelaku usaha dan UMKM dalam menjangkau konsumen lintas negara pada Senin (5/5/2026). Layanan ini memungkinkan merchant domestik menerima pembayaran dari wisatawan asal China melalui integrasi sistem pembayaran digital yang lebih efisien.

Melalui skema ini, merchant QRIS di Indonesia dapat menerima dana dari pengguna aplikasi pembayaran asal China secara langsung. Sebaliknya, pengguna aplikasi asal Indonesia juga kini bisa melakukan transaksi di berbagai merchant di China menggunakan aplikasi domestik yang telah terintegrasi.

Dilansir dari Money, partisipasi PT Netzme Kreasi Indonesia sebagai salah satu penyedia jasa pembayaran (PJP) awal bertujuan memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas. Langkah ini merupakan bagian dari agenda Bank Indonesia dan People's Bank of China (PBoC) dalam mendorong penggunaan mata uang lokal.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G. Saputra menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini bukan sekadar penambahan metode bayar, melainkan bentuk perluasan kesiapan UMKM nasional dalam melayani pasar global secara inklusif.

"Sebagai PJP yang berperan di sisi issuer dan acquirer, Netzme dapat menghadirkan manfaat di dua sisi," ujar Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia.

Vicky menegaskan bahwa integrasi ini memberikan kemudahan bagi dua pihak sekaligus, yakni pelancong mancanegara dan pengusaha lokal yang bermitra dengan perusahaan jasa pembayaran tersebut.

"Pengguna Indonesia dapat bertransaksi lebih mudah di China melalui Netzme Pay, sementara merchant Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan China melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox Netzme," lanjut Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia.

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada akseptasi QRIS yang mencapai 44 juta merchant dan 61,7 juta pengguna hingga triwulan I 2026. Nilai transaksi inbound pada periode tersebut menyentuh angka Rp 713,59 miliar dari total 2,79 juta transaksi.

Sementara itu, transaksi outbound tercatat sebanyak 737.647 transaksi dengan nilai total mencapai Rp 249,26 miliar. Vicky menilai data pertumbuhan ini membuktikan bahwa pembayaran digital telah bergeser menjadi infrastruktur utama bagi para pelaku usaha di tanah air.

"Pertumbuhan QRIS menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak lagi hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi infrastruktur utama bagi pelaku usaha," kata Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia.

Pihak perusahaan kini berfokus pada sisi operasional agar inovasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pedagang di lapangan. Perusahaan berkomitmen menjaga agar teknologi ini tetap mudah diakses oleh seluruh lapisan pengusaha kecil.

"Fokus Netzme adalah memastikan inovasi seperti QRIS Antarnegara dapat benar-benar dipakai di lapangan oleh merchant, tidak berhenti sebagai teknologi," tambah Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia.

Vicky menambahkan bahwa penggunaan perangkat keras seperti QRIS Soundbox diharapkan mampu menjaga alur kerja pemilik usaha tetap efektif. Hal ini mencakup verifikasi pembayaran yang instan serta sistem pencatatan yang lebih terorganisir.

"Melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox, kami ingin proses pembayaran tetap sederhana bagi pemilik usaha," ujar Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia.

Netzme juga menginisiasi program apresiasi bagi merchant untuk melihat langsung ekosistem digital di luar negeri melalui program edukatif. Perusahaan menanggung seluruh biaya perjalanan bagi mitra terpilih sebagai bagian dari transformasi digital.

"Pembayaran terkonfirmasi, pencatatan transaksi rapi, dan pengalaman pelanggan lebih lancar," lanjut Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia.

Program perjalanan ke luar negeri tersebut dirancang agar pelaku usaha bisa mendapatkan wawasan langsung mengenai akses pelanggan lintas negara. Hal ini dipandang krusial untuk memperluas cakrawala bisnis para mitra UMKM.

"Program ini kami desain bukan hanya sebagai apresiasi, tetapi sebagai pengalaman belajar bagi merchant," kata Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia.

Melalui pengalaman langsung tersebut, para pengusaha diharapkan mampu memahami potensi pasar internasional yang kini semakin terbuka lebar. Digitalisasi menjadi jembatan utama untuk menghubungkan pedagang lokal dengan konsumen mancanegara.

"Kami ingin para pelaku usaha melihat sendiri bahwa transformasi digital membuka akses yang lebih luas, termasuk akses ke pelanggan lintas negara," lanjut Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia.

Netzme sedang menyiapkan agenda peluncuran besar QRIS Antarnegara Indonesia-China yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai pada Juni 2026. Perusahaan akan terus mengikuti arahan regulator untuk perluasan layanan kepada lebih banyak merchant dan pengguna.