Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan tegas terhadap kritik sejumlah ekonom terkait pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5/2026), Purbaya menyebut penilaian bahwa capaian tersebut hanya ditopang faktor musiman adalah tidak tepat.
Data pertumbuhan year on year (yoy) tersebut diklaim telah mengeliminasi sebagian besar pengaruh musiman, termasuk pergeseran momentum Lebaran. Dilansir dari Money, realisasi pertumbuhan ini tercatat melampaui prediksi awal dari banyak pengamat ekonomi nasional.
"Ini pasti ekonom-ekonom itu kan yang sudah salah prediksi. Tanya ke mereka kenapa mereka salah prediksi. Caranya mau ancur ekonomi Indonesia kok malah tumbuh kenceng?" ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Menteri Keuangan menilai bahwa setelah angka pertumbuhan keluar lebih tinggi dari perkiraan, muncul narasi baru yang mencoba mengecilkan pencapaian tersebut dengan alasan stimulus pemerintah. Ia menegaskan bahwa tren pertumbuhan yang kuat seharusnya diapresiasi sebagai hasil kinerja otoritas keuangan.
"Sekarang sudah tumbuh kenceng cari alasan lain," katanya Purbaya Yudhi Sadewa.
Meskipun mengakui adanya pergeseran waktu perayaan Lebaran sekitar 16 hari dibandingkan tahun sebelumnya, Purbaya menjelaskan bahwa dampak tersebut tidak mendominasi struktur pertumbuhan secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa perhitungan tahunan secara teknis telah menyaring fluktuasi musiman yang biasa terjadi.
"Musimannya sebagian besar sudah hilang, kecuali 16 hari karena Lebarannya geser 16 hari," ucap Purbaya Yudhi Sadewa.
Terkait penggunaan stimulus jangka pendek, Purbaya menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan instrumen resmi pemerintah untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik dari guncangan global. Menurutnya, peran aktif pemerintah dalam mendorong akselerasi ekonomi adalah suatu kewajiban fungsional.
"Oh karena stimulus? Ya emang itu kerjaan kita, mendorong ekonomi supaya ekonomi itu mulai lebih cepat. Terus harus apa? Saya mesti diem?" kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kebijakan demi stabilitas nasional. Purbaya menegaskan pihaknya tidak akan mengurangi laju kebijakan hanya karena adanya perbedaan pandangan dari pihak luar.
"Jadi enggak, kita menjalankan tugas kita seoptimal mungkin untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setinggi mungkin secepat-cepatnya," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.
Sebagai langkah antisipasi terhadap tekanan global yang berkelanjutan, pemerintah memberikan sinyal akan tetap memberikan dukungan fiskal pada periode berikutnya. Rencana penyaluran stimulus baru diproyeksikan untuk menjaga momentum positif yang telah diraih pada awal tahun.
"And kelihatannya pemerintah juga akan masih memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian di triwulan kedua tahun 2026 ini," kata Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·