New York City FC Incar Kemenangan Beruntun di Kandang Charlotte FC

Sedang Trending 58 menit yang lalu

New York City FC dijadwalkan bertandang ke markas Charlotte FC di Stadion Bank of America pada Rabu malam waktu setempat untuk melanjutkan kompetisi Major League Soccer (MLS) 2026. Laga ini menjadi momentum bagi tim tamu setelah berhasil mengakhiri rekor tujuh pertandingan tanpa kemenangan pada akhir pekan lalu.

Klub berjuluk The Boys in Blue tersebut baru saja meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Columbus Crew melalui trigol Hannes Wolf. Hasil positif ini menjadi modal penting sebelum mereka menjalani empat laga tandang beruntun, termasuk babak semifinal Piala Terbuka AS Lamar Hunt sebelum jeda Piala Dunia pada Juni mendatang.

Pelatih kepala New York City FC, Pascal Jansen, menyatakan bahwa kemenangan terakhir memberikan semangat baru bagi skuatnya untuk memperbaiki posisi di klasemen. Ia berharap timnya mampu menjaga konsistensi performa saat bermain di luar kandang.

"[It was a] job well done on both ends," tutur Pascal Jansen, Head Coach New York City FC.

Pelatih asal Belanda tersebut menekankan pentingnya sikap rendah hati meskipun timnya baru saja meraih poin penuh. Menurutnya, pencapaian tim pada periode sebelumnya masih berada di bawah standar yang ditetapkan klub.

"For us, it’s a fresh start going into the third block of this season within the MLS, but we have to remain very humble because our achievements in the second block were way below our standards," tambah Pascal Jansen.

Berdasarkan data statistik, kedua tim saat ini memiliki catatan yang identik dengan 4 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 3 kekalahan dari 12 pertandingan awal musim 2026. New York City FC berada di peringkat ketujuh, tepat di atas Charlotte FC, hanya karena keunggulan selisih gol.

Charlotte FC sendiri memiliki catatan kandang yang cukup solid dengan tidak terkalahkan dalam lima dari enam laga terakhir di Stadion Bank of America. Tim asuhan Dean Smith tersebut sebelumnya berhasil mengalahkan New York City FC dengan skor 2-1 dalam pertemuan di Queens bulan April lalu.

Jansen menganalisis bahwa kekalahan pada pertemuan sebelumnya disebabkan oleh kurangnya penyelesaian akhir yang klinis meski mendominasi penguasaan bola. Ia telah berdiskusi dengan para pemain untuk mencegah penurunan konsentrasi yang serupa terulang kembali.

"How do we prevent ourselves from going back in time?" tanya Pascal Jansen.

Evaluasi mendalam dilakukan terhadap performa tim saat melawan Charlotte dan Cincinnati guna memastikan efisiensi di depan gawang lawan. Jansen menyoroti ketidakmampuan timnya memaksimalkan peluang meskipun memiliki jumlah tembakan yang jauh lebih banyak daripada lawan.

"The games against Charlotte and Cincinnati stand out ... If you score four goals against Cincinnati the way we did, that can never be a draw. If you have Charlotte here in New York and they have zero shots on target, but we’re not clinical in finishing our own moments, one shot on target may be enough," jelas Pascal Jansen.

Peningkatan mentalitas baik saat menguasai bola maupun saat bertahan menjadi fokus utama dalam persiapan menghadapi blok ketiga kompetisi musim ini. Jansen meyakini perubahan sikap pemain yang ditunjukkan pada laga terakhir akan membantu tim meraih hasil maksimal di Carolina Utara.

"That’s something we’re very aware of going into this third block of games. The mentality we showed [on Sunday] on and off the ball was better, and that helps going forward," pungkas Pascal Jansen.