Manajemen Newcastle United dilaporkan siap melepas penyerang internasional Republik Demokratik Kongo, Yoane Wissa, pada bursa transfer musim panas mendatang yang direncanakan mulai bergulir pada Mei 2026. Langkah drastis ini diambil setelah sang pemain gagal memenuhi ekspektasi di St James' Park meski baru didatangkan dengan nilai transfer £55 juta pada September tahun lalu.
Dilansir dari koranmanado.co.id, keputusan untuk memasukkan Wissa ke daftar jual dipicu oleh kebutuhan klub untuk merombak skuad dan mematuhi peraturan keuangan liga. Saat ini, tim berjuluk The Magpies tersebut terlempar ke peringkat ke-14 klasemen sementara Liga Premier dan dipastikan tanpa kompetisi Eropa musim depan.
Performa Wissa selama satu musim di Tyneside dianggap jauh dari harapan setelah hanya mampu mencetak tiga gol dari 24 pertandingan. Menurut laporan The Athletic, masalah kebugaran akibat cedera lutut berkepanjangan yang didapat saat membela tim nasional menjadi faktor utama yang menghambat proses adaptasi pemain berusia 29 tahun tersebut.
Manajer Newcastle United, Eddie Howe, memberikan pandangannya terkait situasi sulit yang dialami oleh penyerang yang mewarisi nomor punggung 9 tersebut. Howe mengakui bahwa gangguan fisik membuat sang pemain tidak bisa menjalani proses latihan dengan maksimal sejak bergabung dari Brentford.
"Bagian tersulit bagi Yoane adalah ketika dia sudah pulih, ada keinginan yang sangat kuat dalam dirinya untuk segera kembali dan menunjukkan kepada semua orang betapa hebatnya dia, tetapi kami belum bisa melatihnya seperti biasanya. Musim ini sangat terputus-putus dan kami belum melihat performa terbaiknya. Saya pikir pramusim akan benar-benar menunjukkan performa terbaiknya," kata Eddie Howe, Manajer Newcastle United seperti dikutip dari goal.com.
Pernyataan serupa juga disampaikan Howe menjelang laga kontra Brighton, di mana ia tetap memuji talenta Wissa namun tidak memberikan jaminan terkait masa depan sang pemain. Howe menekankan bahwa kondisi fisik yang tidak stabil membuat kualitas asli Wissa sulit terlihat sepanjang musim 2025-2026.
"Bagian tersulit bagi Yoane adalah ketika dia sudah pulih, ada keinginan yang sangat kuat dalam dirinya untuk segera kembali, tetapi kami belum bisa melatihnya seperti biasanya," ujar Eddie Howe, Manajer Newcastle United sebagaimana dilansir koranmanado.co.id.
Struktur manajemen baru yang kini diisi oleh David Hopkinson dan Ross Wilson berupaya memperbaiki kebijakan perekrutan klub yang sebelumnya dinilai melakukan pembelian panik. Wissa sendiri sebenarnya merupakan opsi cadangan setelah Newcastle gagal mendatangkan target utama seperti Joao Pedro, Hugo Ekitike, dan Jorgen Strand Larsen pada jendela transfer sebelumnya.
Meskipun Wissa menyatakan komitmen untuk bertahan dan memperjuangkan posisinya, klub dilaporkan tetap memprioritaskan penjualan permanen guna mendapatkan dana segar. Berdasarkan laporan koranmanado.co.id, sejumlah klub dari Liga Inggris dan Ligue 1 Prancis mulai memantau situasi sang penyerang sebagai opsi lini serang mereka untuk musim depan.
Evaluasi total ini juga merupakan imbas dari hasil buruk di kompetisi internasional, di mana Newcastle United tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 3-8 dari Barcelona pada Maret lalu. Fokus klub kini beralih pada pencarian striker baru yang dapat memberikan kontribusi gol lebih konsisten di St James' Park.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·