Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menyelenggarakan edukasi literasi keuangan bagi mahasiswa di Jatinangor, Bandung, pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda menghadapi kompleksitas aset kripto.
Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyatakan bahwa pemahaman mendalam mengenai produk keuangan digital sangat krusial bagi mahasiswa. Tanpa literasi yang baik, kerumitan instrumen investasi saat ini berpotensi memicu berbagai permasalahan finansial di masa depan.
"Begitu banyaknya masalah keuangan yang kalau kita tidak pelajari secara baik, kalau kita tidak kenal, maka ini akan menyebabkan hal-hal yang menjadi permasalahan di masa yang akan datang," ujar Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Rektor Unpad.
Dilansir dari Money, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Djoko Kurnijanto, menyoroti adanya jarak yang lebar antara tingkat literasi dan inklusi. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang mulai berinvestasi tanpa memahami risiko sepenuhnya.
Djoko menekankan prinsip "2L" dalam berinvestasi, yakni Legal dan Logis. Investor diminta memastikan platform perdagangan telah berlisensi OJK serta tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal.
Data OJK per Februari 2026 menunjukkan jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 21,07 juta orang. Angka ini secara signifikan telah melampaui jumlah pemegang aset di pasar modal atau investor saham.
Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, menjelaskan bahwa tantangan utama industri saat ini bukan lagi pada kecepatan adopsi, melainkan pada edukasi. Secara global, satu dari 15 orang di dunia tercatat pernah melakukan transaksi kripto.
Berdasarkan laporan World Economic Forum, sebanyak 42 persen investor dari generasi Z sudah memiliki aset kripto. Tingginya minat kelompok muda ini memperkuat urgensi pemberian ruang belajar agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·