Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta bank milik negara menyediakan Program Kredit Rakyat dengan bunga maksimal 5 persen guna menggerakkan perekonomian nasional, seperti dilansir dari Detik Finance pada Minggu (17/5/2026).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa program inisiasi pemerintah tersebut menjadi peluang bisnis berkelanjutan bagi perbankan. Skema ini sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok yang belum terjangkau layanan perbankan (unbankable).
"Program Kredit Rakyat yang diinisiasi Pemerintah dinilai sangat baik, dapat dimanfaatkan oleh bank sebagai kesempatan bisnis yang berkelanjutan sehingga masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dan unbankable dapat merasakan manfaatnya secara berkesinambungan," ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.
Manajemen risiko dan kualitas tata kelola yang baik perlu ditingkatkan oleh bank dalam pelaksanaan program tersebut. Langkah ini penting agar program berjalan berkesinambungan sesuai dengan keahlian serta batasan risiko masing-masing bank.
Penguatan pengawasan dan pelaksanaan uji stres (stress test) secara berkala didorong oleh OJK demi mengantisipasi potensi risiko kredit. Hal tersebut dilakukan guna memastikan ketahanan permodalan serta kualitas aset bank tetap terjaga dalam berbagai skenario ekonomi.
Bank juga diwajibkan melakukan pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit sesuai ketentuan. Selain itu, penyaluran kredit harus tetap menerapkan prinsip 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy agar kualitas pembiayaan senantiasa terjaga.
"OJK juga akan senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah dan stakeholders lainnya agar pelaksanaan Program Kredit Rakyat tepat sasaran dan termitigasi dengan baik, serta berjalan secara sehat dan berkelanjutan," ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.
Kebijakan ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti tingginya beban bunga kredit yang ditanggung masyarakat kecil selama ini. Dalam pidatonya pada acara Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/6), Prabowo menyebut bunga pinjaman bank bagi rakyat kecil bisa mencapai 70 persen dalam satu tahun.
"Saudara-saudara sekalian selama ini rakyat kecil kalau pinjem uang bunganya luar biasa gilanya, betul? Orang kecil pinjem uang bunganya bisa 70% setahun," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Menindaklanjuti hal tersebut, Presiden menginstruksikan bank-bank milik negara untuk segera membatasi bunga pinjaman paling tinggi sebesar 5 persen.
"Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5%," tutur Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·