OJK yakini reformasi pasar modal RI bawa keuntungan jangka panjang

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Dengan perbaikan, reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini reformasi integritas pasar modal Indonesia akan membawa keuntungan jangka panjang (long term gain), meski berpotensi memicu perubahan komposisi saham dalam indeks MSCI pada hasil rebalancing yang akan diumumkan Selasa (12/5).

“Dengan perbaikan, reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya. Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain, tapi Insya Allah long term gain,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat dijumpai media di BEI, Jakarta, Senin.

Friderica atau akrab disapa Kiki menilai, potensi perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI merupakan konsekuensi dari upaya pembenahan fundamental pasar modal, termasuk penguatan keterbukaan informasi, integritas pasar, serta penegakan hukum.

“Kan mereka (MSCI) sudah bilang freeze kan, jadi tidak ada saham baru yang masuk (ke indeks MSCI), tapi yang lama mungkin akan keluar. Tapi, ya, kita lihat semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik,” kata dia.

Ia pun meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap hasil rebalancing MSCI. Menurutnya, potensi penyesuaian indeks akibat reformasi pasar modal merupakan konsekuensi jangka pendek yang perlu dilihat sebagai bagian dari penguatan fundamental pasar keuangan Indonesia.

“Jadi jangan orang terus jadi dibikin panik dan lain-lain, enggak. Ini memang konsekuensi dari perbaikan yang kita lakukan,” kata Kiki.

Mengenai potensi penurunan status Indonesia dari emerging market, Kiki mengatakan bahwa keputusan tersebut baru akan ditinjau MSCI pada Juni 2026.

Berbagai perbaikan yang dilakukan regulator diharapkan menjadi pertimbangan MSCI untuk mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market.

Menurutnya, Indonesia memiliki kualitas keterbukaan informasi dan granularitas data yang baik, termasuk dalam aspek integritas pasar yang selama ini menjadi perhatian investor global.

Kiki juga memastikan bahwa regulator terus melakukan pembenahan fundamental pasar modal melalui delapan aksi reformasi, termasuk penguatan penegakan hukum, peningkatan kualitas perusahaan tercatat, serta upaya mendorong lebih banyak investor masuk ke pasar modal domestik.

Selain itu, OJK juga terus memperdalam pasar keuangan melalui peningkatan basis investor domestik, baik ritel maupun institusi. Menurut Kiki, pendalaman pasar menjadi penting untuk memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia terhadap gejolak global.

“Dulu, dua puluh tahun lalu, kalau ada guncangan global itu panik semua karena kalau terjadi outflow isinya kan asing. Kalau sekarang, investor kita (domestik) 26 juta dan kemudian semakin banyak investor, baik retail maupun institusi, semakin banyak masuk ke pasar modal Indonesia,” kata Kiki.

Baca juga: CIO Danantara: Pelemahan IHSG lebih dipengaruhi rupiah

Baca juga: Ekonom sebut Rupiah jadi kunci aliran dana asing ke pasar saham

Baca juga: OJK terima empat paket calon direksi BEI periode 2026-2030

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.