Oxford United dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga Liga Inggris atau League One musim depan setelah menempati posisi ke-22 klasemen Championship. Kepastian ini didapat usai laga pada Sabtu (25/4/2026) meski klub milik Erick Thohir tersebut berhasil meraih kemenangan telak di kandang sendiri.
Dilansir dari Detik Sport, tim asuhan Matt Bloomfield tersebut sebenarnya sukses menundukkan Sheffield Wednesday dengan skor 4-1 di Kassam Stadium. Namun, tambahan tiga poin tersebut hanya membuat The U's mengoleksi 47 poin dari 45 pertandingan yang telah dilakoni.
Harapan Oxford untuk bertahan di kasta kedua sirna karena Charlton Athletic berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Hull City pada hari yang sama. Hasil tersebut membawa Charlton ke urutan 19 dengan 53 poin, jumlah yang mustahil dikejar oleh Oxford United dengan sisa satu pertandingan saja.
Hanya satu slot tersisa di zona aman yang ditempati West Bromwich Albion dengan koleksi 51 poin. Kegagalan ini mengakhiri perjalanan Oxford di divisi Championship yang hanya bertahan selama dua musim setelah promosi melalui jalur playoff pada musim 2023-24.
Inkonsistensi performa menjadi penyebab utama penurunan performa tim, termasuk keputusan manajemen mengganti Gary Rowett dengan Matt Bloomfield pada Januari lalu. Total 20 kekalahan yang diderita sepanjang musim ini menjadi faktor kunci kegagalan mereka mempertahankan posisi di kasta kedua.
"Kami memang tak cukup bagus dan itu menyakitkan. Saya tahu para fan juga merasakan sakitnya dan mereka layak mendapatkan yang jauh lebih baik," ujar bek Sam Long, dikutip BBC.
Pemain yang telah membela klub sejak 2013 tersebut menekankan pentingnya solidaritas seluruh elemen tim untuk bangkit dari keterpurukan ini.
"Saya sudah lama berada di klub ini, tetapi kita hanya perlu mencoba untuk tetap bersatu sebagai basis penggemar, sebagai klub, sebagai kelompok pemain, sebagai staf dan mencoba untuk keluar dari situasi ini," jelas Sam Long, Bek Oxford United.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·