Pahami rasio kompresi mesin sebelum beralih jenis BBM

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, upaya penghematan dengan menurunkan kualitas bahan bakar dinilai bukan solusi ideal, terutama bagi kendaraan modern.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya memahami rasio kompresi mesin sebelum memutuskan beralih jenis BBM, umumnya dari yang beroktan tinggi ke lebih rendah.

"Pertamax Turbo dengan RON 98 dirancang khusus untuk mesin berkompresi tinggi, yakni sekitar 12,1:1 hingga 14,0:1, termasuk mesin turbo," jelas Yannes ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin. 

Baca juga: BBM naik, amankah mengganti atau mencampur BBM agar lebih hemat?

BBM jenis ini memungkinkan pembakaran lebih sempurna, efisiensi tinggi, serta tenaga maksimal. Sebaliknya, Pertamax dengan RON 92 lebih cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1.

Ketidaksesuaian antara spesifikasi mesin dan jenis BBM, kata dia, dapat menimbulkan dampak langsung.

“Jika mesin mobil yang memiliki rasio kompresi tinggi tersebut diberikan Pertamax RON 92 yang cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1, maka bisa menyebabkan penurunan performa 5-10 persen, konsumsi BBM naik 3-7 persen, serta risiko knocking ringan dan saat akselerasi terasa berat,” imbuhnya. 

Baca juga: Bahlil: Penyesuaian harga BBM nonsubsidi tahap dua ikuti harga minyak

Ia menambahkan, sebagian kendaraan modern memang telah dibekali teknologi knock sensor yang mampu menyesuaikan timing pengapian untuk mencegah knocking. Namun, fitur tersebut bukan berarti memberi ruang untuk penggunaan BBM di bawah spesifikasi dalam jangka panjang.

“Tetapi itu bukan pilihan optimal jangka panjang,” katanya.

Menurut Yannes, risiko keausan komponen mesin tetap mengintai, terutama pada kendaraan sport atau yang telah menggunakan turbocharger maupun supercharger. Penggunaan BBM beroktan lebih rendah dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan mekanis.

Baca juga: Harga solar dan bensin RON 98 melonjak pada pertengahan April

Jika pengendara terpaksa menurunkan kualitas BBM demi efisiensi biaya, ia mengingatkan agar tetap mengacu pada rekomendasi pabrikan. Pemilik kendaraan disarankan memeriksa buku manual untuk mengetahui rasio kompresi yang sesuai.

Selain itu, perubahan karakteristik mesin juga perlu diwaspadai, seperti munculnya suara menggelitik, getaran berlebih, atau penurunan performa saat akselerasi.

“Jika ini terjadi maka sebaiknya segera isi tangki dengan BBM oktan tinggi sesuai anjuran buku manualnya,” saran dia.

Baca juga: Pertamina masih evaluasi harga Pertamax dan Pertamax Green

Adapun kompresi mesin adalah perbandingan antara volume ruang bakar saat piston berada di titik paling bawah dan saat di titik paling atas dalam silinder, yang menentukan seberapa padat campuran udara dan bahan bakar sebelum dibakar.

Semakin tinggi rasio kompresi, semakin besar tekanan dan suhu yang dihasilkan sehingga pembakaran bisa lebih efisien dan tenaga mesin meningkat, tetapi juga membutuhkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi agar tidak terjadi knocking (pembakaran tidak terkendali).

Baca juga: Ekonom: BBM nonsubsidi naik agar konsumen menengah atas beralih ke EV

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

  • Tags
  • rasio kompresi mesin
  • beralih bbm
  • apakah aman beralih bbm