Pakar: Pembelajaran menulis integrasikan kearifan lokal-spiritualitas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Magelang (ANTARA) - Pakar Ilmu Pembelajaran Menulis Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang Prof Mimi Mulyani mengemukakan perlunya revitalisasi pembelajaran menulis melalui pendekatan lebih kontekstual dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai spiritualitas.

"Pendekatan ini diyakini mampu tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat identitas budaya, serta menumbuhkan kesadaran spiritual peserta didik," katanya dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untidar Kota Magelang di Magelang, Jawa Tengah, Senin.

Ia menjelaskan integrasi kearifan lokal dan nilai spiritualitas dalam pembelajaran keterampilan menulis untuk menggali potensi peserta didik ketika mengekspresikan gagasan tentang budaya di sekitar dan karakter pribadi.

Baca juga: Tim PKMPM Untidar ciptakan etnobook siswa tunagrahita

Hasil dari aktivitas ini, diharapkan pendidik mampu mengembangkan model pembelajaran yang mendukung penguatan karakter religius melalui proses menulis dan mencintai budaya di sekitarnya atau budaya Indonesia secara lebih luas.

Pembelajaran menulis, ujar dia, tidak seharusnya hanya berorientasi pada produk akhir, melainkan sebagai proses reflektif yang melibatkan pengalaman, budaya, dan nilai kehidupan peserta didik.

Ia menyebut model pembelajaran yang dikembangkan, mencakup tahapan eksplorasi, refleksi, penulisan, hingga publikasi sebagai bagian dari pembentukan budaya literasi yang berkelanjutan.

Dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar berjudul “Revitalisasi Budaya Literasi melalui Pembelajaran Menulis Berbasis Kearifan Lokal dan Nilai Spiritualitas” di Gedung Kuliah Umum (GKU) HR Suparsono Untidar Kota Magelang itu, ia menyoroti kondisi literasi di Indonesia yang masih memerlukan perhatian serius.

Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, kemampuan literasi peserta didik Indonesia masih berada di bawah standar ideal.

Rektor Untidar Kota Magelang Sugiyarto mengharapkan pencapaian akademik Prof Mimi dalam ilmu pembelajaran menulis berbasis budaya lokal sekaligus kontribusi penting pengembangan keilmuan pendidikan bahasa dan literasi di Indonesia menjadi inspirasi bagi civitas akademika.

Baca juga: Mahasiswa Untidar bersihkan Kali Bening di Magelang

Baca juga: 46 mahasiswa Untidar ikuti program kampus mengajar

“Semoga ke depan semakin banyak guru besar yang lahir dari Universitas Tidar, sehingga mampu memperkuat kualitas akademik, riset, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya dalam rilis Humas Untidar Kota Magelang.

Ia mengatakan pengukuhan Mimi Mulyani sebagai profesor kelima produk Untidar tersebut, menegaskan komitmen perguruan tinggi negeri itu mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang pendidikan, literasi, dan pelestarian budaya lokal, sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.

Hadir pada acara itu, para pimpinan Untidar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan tamu undangan berasal dari berbagai instansi.

Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.