Pakistan Bantah Beri Izin Pesawat Militer Iran Parkir di Pangkalan Nur Khan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Pakistan menyanggah keras kabar yang mengeklaim pemberian izin bagi pesawat militer Iran untuk menggunakan fasilitas lapangan udaranya. Islamabad memberikan penegasan bahwa informasi tersebut bersifat menyesatkan serta berpotensi merusak upaya perdamaian kawasan.

Kementerian Luar Negeri Pakistan, sebagaimana dilansir dari Detikcom, mengeluarkan pernyataan resmi guna menanggapi pemberitaan media Amerika Serikat, CBS News. Laporan tersebut sebelumnya menyoroti keberadaan armada udara militer Teheran di Pangkalan Udara Nur Khan.

Berdasarkan laporan media AS tersebut pada Senin (11/5), beberapa pesawat militer dikirim ke Pakistan tak lama setelah pengumuman gencatan senjata antara Donald Trump dan Iran pada April lalu.

"Teheran mengirimkan beberapa pesawat ke Pangkalan Angkatan Udara Nur Khan di Pakistan, sebuah instalasi militer yang penting secara strategis yang terletak tepat di luar kota garnisun Rawalpindi di Pakistan," klaim laporan CBS News tersebut.

Data dalam laporan itu menyebutkan bahwa salah satu perangkat militer yang terdeteksi adalah RC-130 milik Angkatan Udara Iran. Pesawat tersebut merupakan varian pengintai dari tipe Lockheed C-130 Hercules.

"Di antara perangkat militer tersebut, terdapat pesawat RC-130 milik Angkatan Udara Iran, varian pengintaian dan pengumpulan intelijen dari pesawat angkut taktis Lockheed C-130 Hercules," tambah laporan tersebut.

Pihak CBS News menilai langkah pemindahan aset tersebut sebagai strategi Iran untuk mengamankan armada udaranya dari risiko konflik yang semakin meluas.

"Langkah tersebut mencerminkan kemungkinan upaya untuk "mengisolasi beberapa aset militer dan penerbangan Iran yang terkecil dari konflik yang meluas," tulis laporan tersebut.

Menanggapi tuduhan itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan menjelaskan bahwa kedatangan pesawat dari Iran maupun AS terjadi saat periode perundingan damai di Islamabad. Kehadiran armada tersebut berfungsi untuk memfasilitasi kebutuhan logistik staf diplomatik dan tim keamanan.

Pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa beberapa personel dan pesawat pendukung memang menetap untuk sementara waktu demi kelancaran proses negosiasi lanjutan.

"Pesawat Iran yang saat ini diparkir di Pakistan tiba selama periode gencatan senjata dan sama sekali tidak terkait dengan kontingensi militer atau pengaturan keamanan apa pun," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Otoritas Pakistan menyatakan bahwa segala spekulasi yang berkembang di luar fakta tersebut telah kehilangan konteks yang sebenarnya.

"Pernyataan yang menyatakan sebaliknya bersifat spekulatif, menyesatkan, dan sepenuhnya terlepas dari konteks faktual," tegas Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya.

Dalam keterangan penutupnya, Pakistan menegaskan posisinya sebagai fasilitator yang netral dalam menjaga komunikasi transparan dengan semua pihak yang terlibat dalam perundingan tersebut.