Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Perumda Air Minum JAYA mempercepat pemenuhan layanan air perpipaan hingga 100 persen yang ditargetkan tercapai pada tahun 2029. Langkah ini dilakukan melalui pembangunan instalasi pengolahan air, penguatan regulasi, transformasi digital, hingga penjajakan kerja sama internasional.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, salah satu upaya nyata yang baru saja diresmikan adalah pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Portabel Semanan di Cengkareng, Jakarta Barat. Fasilitas dengan kapasitas empat liter per detik ini memanfaatkan sumber air baku dari Anak Kali Semanan dan Waduk Aseni untuk melayani 295 pelanggan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan fasilitas portabel tersebut pada Rabu (29/4/2026) demi memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
"Ketersediaan air bersih dan berkualitas merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh akses air yang aman, mudah, dan berkelanjutan," ujar Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan penggunaan air tanah oleh warga sekitar.
"Dengan akses air yang lebih terjamin, masyarakat diharapkan hidup lebih sehat dan nyaman sekaligus menjaga lingkungan," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Selain instalasi portabel, sistem operasional internal juga dibenahi melalui peluncuran sistem ERP Fusion di Duren Sawit pada pertengahan Januari 2026.
"Ini adalah satu sistem yang mengintegrasikan seluruh proses dan data," tutur Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Penerapan teknologi kecerdasan buatan melalui AI Call Center turut dihadirkan untuk mengoptimalkan layanan informasi bagi seluruh warga DKI Jakarta.
"Target ini menuntut kesiapan menyeluruh, mulai dari perencanaan, operasional, hingga pelayanan pelanggan yang saling terhubung dan saling menguatkan," jelas Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Di wilayah Semanan, infrastruktur berskala besar juga tengah disiapkan melalui kolaborasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun reservoir berkapasitas total 24 juta liter.
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menjelaskan bahwa pembangunan reservoir besar tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari tampungan pertama.
"Di Semanan juga kami akan bangun reservoir besar bersama Kementerian PU. Nantinya, akan ada 24 juta liter tampungan, tetapi saat ini baru dibangun satu tampungan sebesar delapan juta liter yang akan selesai di bulan Mei 2027," ungkap Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.
Guna memperluas jangkauan global, PAM JAYA menandatangani non-disclosure agreement dengan Bin Zayed International di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin (27/4/2026).
"Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur jelas, pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA menargetkan cakupan layanan air minum 100% di Jakarta," papar Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.
Kesepakatan awal ini menjadi ruang untuk bertukar data teknik serta mengkaji potensi pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di ibu kota.
"Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, serta kebutuhan layanan yang terus meningkat," kata Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.
Proses kemitraan ini dipastikan berjalan akuntabel, di mana PAM JAYA juga menjajaki komunikasi serupa dengan pihak dari Turki dan Swiss.
"Penandatanganan NDA bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama berjalan profesional, akuntabel, dan berbasis kajian matang." tambah Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.
Prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas manajemen dalam setiap langkah penjajakan teknologi global tersebut.
"PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama," ucap Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.
Dari sisi hukum, Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Penyediaan Air Minum kepada pihak legislatif.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan urgensi Ranperda SPAM tersebut dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta pada Senin (13/4/2026).
"Pemenuhannya harus mengutamakan prinsip keadilan, keterjangkauan, dan keberlanjutan melalui layanan publik yang diatur pemerintah daerah. Ranperda ini mengatur para penyelenggara SPAM dengan pembagian kewenangan yang jelas, serta tetap berada dalam pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah," urai Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Aturan ini juga dirancang untuk mengamankan pasokan air lintas wilayah melalui perlindungan daerah tangkapan air dan konservasi hulu.
"Pengamanan pasokan lintas wilayah dilakukan melalui kerja sama antardaerah, perlindungan daerah tangkapan air, dan dukungan konservasi wilayah hulu," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Penggunaan air perpipaan nantinya bersifat wajib bagi wilayah yang sudah terjangkau demi mengendalikan penurunan muka tanah Jakarta.
"Kewajiban penggunaan air perpipaan akan diberlakukan di wilayah yang telah terjangkau layanan. Langkah ini untuk menekan eksploitasi air tanah, mengendalikan penurunan muka tanah, sekaligus menjaga lingkungan," pungkas Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·