Pasar Properti RI Diproyeksi Masih Menarik Tahun Ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Foto udara deretan unit rumah subsidi di Kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah

Pasar properti Indonesia diproyeksi masih menarik tahun ini. Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit, mengatakan hal ini sejalan dengan indeks harga properti yang masih menunjukkan pertumbuhan.

Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal I 2026 tumbuh 0,62 persen secara tahunan (year on year/yoy), meskipun angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 yang mencapai 0,83 persen yoy.

"Pasar properti pada tahun ini diproyeksikan akan tetap on the right track sejalan dengan akan adanya IHPR lonjakan pada pasar rumah second di Indonesia," ujar Panangin seperti dilansir Antara, Selasa (19/5).

video story embed

Dia melanjutkan, perkembangan pasar sekunder dapat menjadi katalis baru bagi pertumbuhan industri properti, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau dan legalitas yang lebih pasti.

"Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” jelasnya.

Menurut Panangian, pasar rumah second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun. Ia menilai secondary market dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya backlog perumahan nasional.

Pasar Rumah Second

Papan tanda dijual di luar rumah di Los Angeles, California, pada 16 Agustus 2024. Foto: Patrick T. Fallon / AFP

Panangian menuturkan, rumah second biasanya berada di lokasi premium dengan harga puluhan tahun lalu. “Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian.

Menurut dia, puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan rentang harga variatif.

“Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar,” katanya.

Ia menambahkan, rumah-rumah yang akan dipasarkan juga telah melalui pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait aspek administrasi maupun status kepemilikannya. Selain itu, akan ada juga skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus yang dirancang bagi masyarakat yang mau mencicil rumah second.

Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif bagi industri perumahan nasional secara keseluruhan, termasuk meningkatkan likuiditas pasar properti dan memperluas pilihan hunian bagi masyarakat. “Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” tambahnya.