Pada Senin, 13 April 2026, Paus Leo XIV kembali menegaskan penentangannya terhadap perang, tepat setelah Donald Trump mengkritik pemimpin gereja tersebut. Paus sedang dalam perjalanan ke Aljazair untuk memulai tur di Afrika. Hal ini memicu kembali ketegangan politik dengan para sekutu Trump di Italia, demikian dilansir dari Bloombergtechnoz.
Paus berjanji akan terus menyuarakan pendapatnya untuk perdamaian dan dialog multilateral. Komentar ini muncul setelah Trump mengecam Paus sebagai sosok yang 'lemah terhadap kejahatan'.
Perselisihan ini bermula dari pernyataan Paus di media sosial pada Jumat, yang menyatakan bahwa Tuhan tidak memberkati konflik apapun. Trump kemudian membalas dengan kritik terhadap Paus yang dianggap tidak mempermasalahkan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.
Dalam komentarnya, Leo XIV mengatakan bahwa ia tidak berusaha untuk menjadi tokoh politik. Ia menekankan bahwa pesan gereja adalah tentang perdamaian. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyampaikan harapan baik kepada Paus atas perjalanannya, namun menghindari menyinggung kritik Trump terhadap Paus dalam komentarnya.
Matteo Salvini, anggota senior pemerintahan Italia, turut berkomentar bahwa menyerang Paus bukanlah tindakan yang berguna. Sebelumnya, Paus XIV juga menantang argumen pemerintah yang menyatakan bahwa Tuhan ada di pihak AS dalam konflik dengan Iran.
Sebelumnya, Trump telah beberapa kali berselisih dengan Gereja Katolik sejak kembali menjabat pada 2025.
"Saya tidak ingin terlibat dalam perdebatan dengan dia," ujar Paus Leo XIV, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. "Saya tidak berpikir bahwa pesan Injil dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan sebagian orang."
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·