Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melantik 13 Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet bulu tangkis nasional.
Ketua Umum PP PBSI M Fadil Imran mengatakan momentum pelantikan tidak hanya menjadi bagian dari konsolidasi organisasi nasional, tetapi juga penegasan arah pembinaan PBSI pascaevaluasi menyeluruh atas hasil Piala Thomas dan Uber 2026.
"Evaluasi yang kami lakukan hari ini harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh. PBSI harus memperkuat fondasi pembinaan dari hulu, karena masa depan bulutangkis Indonesia dimulai dari daerah," kata Fadil dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Baca juga: PBSI: Kegagalan di Piala Thomas karena kondisi psikologis
Baca juga: Thalita amankan tiket babak utama Thailand Open 2026
Dia menekankan bahwa penguatan prestasi nasional tidak dapat hanya bertumpu pada pelatnas, melainkan harus dimulai dari hulu pembinaan, yakni kualitas penjaringan, pembinaan, dan pengembangan atlet di tingkat daerah.
"Pengprov bukan sekadar struktur organisasi, tetapi merupakan garda terdepan dalam menjaring, membina, dan menyiapkan talenta terbaik bangsa," ujar Fadil.
Sebanyak 13 Pengprov yang dilantik meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Bengkulu, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Banten, dan Sumatera Utara.
Menurut Fadil, keberhasilan Indonesia mempertahankan posisi sebagai kekuatan utama bulutangkis dunia sangat ditentukan oleh kualitas sistem pembinaan berjenjang yang dimulai dari Pengprov, klub, hingga pelatnas nasional.
"Ke depan, kami tidak boleh hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Kami harus membangun ekosistem prestasi yang kuat, terukur, dan berkelanjutan. Pengprov harus menjadi bagian penting dari talent pipeline nasional menuju Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade 2028," tutur Fadil.
Pelantikan terpusat itu juga menjadi langkah strategis untuk memastikan efektivitas birokrasi, efisiensi anggaran, serta keselarasan program kerja nasional dan daerah agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih profesional, terintegrasi, dan berbasis target prestasi.
"Pada usia ke-75 tahun ini, PBSI harus semakin dewasa sebagai organisasi. Kita harus berani mengevaluasi, berani berbenah, dan berani memperkuat seluruh mata rantai pembinaan nasional. Semangat persatuan, profesionalisme, dan pembinaan berkelanjutan harus menjadi kekuatan bersama agar bulutangkis terus menjadi sumber kebanggaan dan kegembiraan bangsa," ujar Fadil.
Baca juga: Leo/Daniel "comeback", Indonesia punya 17 wakil di Thailand Open 2026
Baca juga: PBSI: Pembinaan atlet akan jauh lebih terarah
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·