PDHI-Human Initiative perkuat kerja sama pastikan hewan kurban sehat

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Human Initiative (HI) memperkuat kerja sama dalam program "Sebar Qurban 2026" guna memastikan hewan kurban yang disalurkan kepada masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan sesuai syariat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kerja sama tersebut dilakukan di tengah meningkatnya jumlah pemotongan hewan kurban serta masih ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan "Lumpy Skin Disease" (LSD) di sejumlah wilayah.

Ketua Umum PB PDHI drh. Muhammad Munawaroh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, mengatakan masyarakat perlu lebih teliti dalam memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat umur sesuai ketentuan syariat.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

"Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan kurban agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan hewan qurban, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan,” kata Munawaroh.

Kolaborasi antara kedua pihak mencakup pendampingan peternak, pemeriksaan kesehatan hewan qurban, hingga penguatan pemahaman masyarakat terkait penanganan daging qurban yang baik.

Selain itu, Human Initiative dan PDHI juga melakukan pengawasan mutu di sejumlah titik distribusi hewan qurban untuk menjaga kondisi hewan sebelum proses penyembelihan.

Sementara itu, GM Network Development Human Initiative Ferry Suranto mengatakan lembaganya telah mengelola program kurban selama lebih dari 20 tahun dengan cakupan penerima manfaat lebih dari satu juta jiwa.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya memfasilitasi ibadah kurban, tetapi juga mendukung pemberdayaan peternak lokal dan distribusi daging kepada masyarakat.

"Tahun 2026 ini, Human Initiative insya Allah akan menyalurkan kurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara. Dukungan dari PDHI menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak yang lebih besar melalui penjagaan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan, dan kualitas daging sampai ke masyarakat," ujar Ferry.

Selain memastikan kesehatan hewan, kedua organisasi juga mendorong proses penyembelihan yang higienis dan aman, termasuk pemisahan daging dan jeroan serta menjaga kebersihan area pemotongan agar daging yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.

Baca juga: Human Initiative gandeng peternak lokal lewat program sebar kurban

Baca juga: Human Initiative buka program "Flash Sale Qurban" 2026

Baca juga: Human Initiative bangun sekolah rusak akibat banjir di Aceh Tamiang

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.