Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez secara terbuka membela pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, yang menuai kecaman dari Pemerintah Israel setelah mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara klubnya. Dilansir dari Detikcom, ketegangan diplomatik ini muncul pada Jumat (15/5/2026) menyusul kritik tajam dari Menteri Pertahanan Israel.
Aksi solidaritas yang dilakukan penyerang muda tersebut saat pawai kemenangan Barcelona dianggap sebagai bentuk penghasutan oleh pihak Israel. Namun, Sanchez justru memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian Yamal dalam mengekspresikan dukungan kemanusiaannya di tengah publik.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan keberatan resminya melalui platform media sosial X dengan menuding tindakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap terorisme. Katz menuntut pihak klub untuk mengambil tindakan tegas terhadap pemainnya yang dinilai telah memicu kebencian terhadap negaranya.
"Saya berharap klub besar dan terhormat seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini dan memperjelas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme," kata Katz, Menteri Pertahanan Israel.
Katz menegaskan kemarahannya karena aksi pengibaran bendera itu dilakukan saat negaranya masih terlibat dalam konflik bersenjata yang hebat. Dia mengaitkan tindakan Yamal dengan peristiwa kekerasan yang menimpa warga sipil Israel oleh kelompok militan pada tahun sebelumnya.
"Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel sementara tentara kita memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober (2023)," tulis Katz, Menteri Pertahanan Israel.
Menanggapi serangan verbal tersebut, PM Pedro Sanchez yang dikenal vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza menyebut pernyataan Katz tidak berdasar. Sanchez menilai bahwa ekspresi Yamal merupakan cerminan dari perasaan mayoritas masyarakat Spanyol saat ini.
"Mereka yang berpikir bahwa mengibarkan bendera suatu negara adalah 'menghasut kebencian', mereka telah kehilangan akal sehat atau telah dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri," tulis Sanchez, Perdana Menteri Spanyol.
Sanchez menambahkan bahwa sikap Lamine Yamal merupakan alasan tambahan bagi warga Spanyol untuk merasa bangga terhadap talenta muda mereka. Penegasan ini memperkuat posisi Spanyol yang konsisten menyoroti dampak kemanusiaan dalam perang di wilayah Gaza.
"Lamine baru saja mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya," tambah Sanchez, Perdana Menteri Spanyol.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·