Jakarta (ANTARA) - Korban pembacokan berinisial A di Jalan Pedongkelan Dalam, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin, diketahui sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya tewas akibat luka tusukan.
Hal itu disampaikan oleh teman korban bernama Bima yang menyaksikan detik-detik korban meregang nyawa usai pembacokan.
"Jadi saya lihat korban sempat gemetar, minta tolong gitu," katanya kepada wartawan di lokasi, Senin sore.
Bima awalnya sempat mengobrol dengan korban saat korban pergi membeli pulsa ke toko yang tidak jauh dari toko roti tempat korban bekerja.
Tak berselang lama, Bima mendengar teriakan histeris dari warga di dekat lokasi kejadian.
"Awalnya saya dengar ada yang berteriak. Saat saya cek keluar, ternyata ada kejadian itu. Lalu saya diminta untuk memanggil abang iparnya (korban) ke toko roti," kata Bima.
Usai kejadian yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu, warga pun segera menghubungi pihak kepolisian.
Beberapa waktu kemudian, petugas polisi tiba di lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Lokasi sekitar tempat kejadian pun dipasangi garis polisi dan beberapa saksi mata juga turut diperiksa.
Pantauan di lokasi pada pukul 16.00 WIB, korban tergeletak di pinggir jalan dalam posisi duduk dengan wajah tersandar pada pagar rumah warga dalam keadaan tak bernyawa. Darah terlihat berceceran di sekitar lokasi kejadian.
Korban mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam dengan celana pendek belang. Sejumlah warga tampak mengerumuni lokasi sambil membicarakan insiden tersebut.
Sementara itu, sejumlah petugas polisi dari Polres Metro Jakarta Barat dan tim INAFIS masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebelum akhirnya korban dievakuasi.
Baca juga: Pegawai toko roti tewas dibacok di Cengkareng, polisi selidiki pelaku
Baca juga: Seorang pria tewas dibacok orang tak dikenal di Cengkareng Jakbar
Baca juga: Polisi ungkap pembacok saudara kandung di Cakung merupakan residivis
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·