Pekerja informal di Jakarta meningkat pada Februari 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyampaikan persentase penduduk di Jakarta yang bekerja pada kegiatan informal sebanyak 1,98 juta orang atau 38,13 persen pada Februari 2026, meningkat sebesar 0,18 persen dibandingkan Februari 2025.

"Peningkatan proporsi pekerja informal ini terutama didorong bertambahnya jumlah pekerja dengan status berusaha sendiri, yang memberikan perubahan jumlah pekerja yang paling banyak di antara status pekerjaan yang lainnya," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Selasa.

Dari 5,2 juta orang penduduk bekerja di Jakarta pada Februari 2026, sebanyak 23,48 persen berstatus berusaha sendiri, atau naik 20,75 ribu orang dibandingkan bulan yang sama pada 2025.

Berdasarkan status pekerjaan utama, berusaha sendiri dikategorikan menjadi kegiatan informal, sama seperti pekerja bebas dan pekerja keluarga/tak dibayar.

Sementara penduduk yang bekerja di kegiatan formal mencakup orang-orang dengan status berusaha dibantu buruh tetap/dibayar dan buruh/karyawan/pegawai.

Kadarmanto mengatakan proporsi pekerja formal di Jakarta yang tercatat pada Februari 2026, yaitu sebanyak 3,22 juta orang atau 61,87 persen, menurun sebesar 0,18 persen dibandingkan dengan Februari 2025 yang mencapai 62,05 persen.

Baca juga: Jumlah pengangguran di Jakarta turun jadi 334 ribu orang

Sementara itu, penduduk yang bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, dan pegawai memberikan kontribusi terhadap penduduk DKI Jakarta yang bekerja yang sebesar 57,91 persen.

Kemudian, status buruh, karyawan, atau pegawai dengan status berusaha sendiri tercatat mengalami peningkatan jumlah kerja paling banyak selama Februari 2025-Februari 2026.

"Status buruh, karyawan, dan pegawai meningkat sekitar 16 ribu orang, sedangkan yang berusaha sendiri meningkat sekitar 20 ribu orang," ujar Kadarmanto.

Berdasarkan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jakarta, dengan kontribusi sebesar 22,4 persen, yang menunjukkan jumlah pekerjanya sebanyak 1,16 juta orang.

"Ini sejalan dengan yang ada kontribusi pada ekonomi Jakarta," ungkap Kadarmanto.

Lapangan usaha berikutnya yang menyerap tenaga kerja terbanyak di DKI Jakarta, yaitu akomodasi dan makan minum, yang memberikan kontribusi terhadap penduduk pekerja di Jakarta sebesar 13,28 persen.

Baca juga: Ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen pada triwulan I-2026

Baca juga: Logam mulia komoditas ekspor unggulan Jakarta pada triwulan I 2026

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.