Jakarta (ANTARA) - Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengapresiasi penampilan timnya di babak kedua saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam laga final Pegadaian Championship 2025/2026 melawan Garudayaksa di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu.
Di laga ini, buruknya permainan PSS di babak pertama membuat mereka dihukum oleh dua gol Garudayaksa melalui Alfin Kelilauw (23') dan penalti Everton Nascimento (31'). Permainan PSS lalu jauh lebih di babak kedua setelah mereka menyamakan kedudukan melalui dwigol Gustavo Tocantins (61', 90+3').
Dua gol Tocantins membawa laga berlanjut ke babak tambahan waktu, lalu ke babak adu penalti. Sayangnya, di babak terakhir, Tocantins yang sebelumnya menjadi pahlawan dengan dua golnya justru gagal melakukan tendangan penalti yang berujung kekalahan timnya di final dengan skor penalti 3-4.
Baca juga: Daftar penghargaan: Garudayaksa juara, Tocantins pemain terbaik
"Kita menyoroti di bawah pertama kita sedikit kehilangan fokus hingga Garudayaksa bisa mengambil permainan dengan sangat baik. Tetapi di bawah kedua kita bermain sangat luar biasa, kita bisa menyamakan kedudukan," kata Ansyari pada jumpa pers pasca pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sabtu.
"Tapi itulah hasil dari pertandingan adu penalti, semuanya hanya bisa kita anggap itu banyak faktor ya. Jadi selamat buat Garudayaksa yang bisa menjadi juara, terutama ini partai final yang saya kira cukup bagus untuk kita lihat dan kita tonton," tambah dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ansyari juga menjelaskan alasan dirinya tak memainkan Irvan Mofu sebagai starter, dengan masuknya ia pada babak kedua menggantikan Terens Puhiri membuat wajah Super Elja di paruh kedua lebih baik.
Baca juga: PSS promosi ke Super League
Masuknya Mofu membuat serangan PSS lebih berbahaya, meski ia tak menyumbangkan gol sebagai pemain depan.
"Makanya ketika di babak kedua kita memasukkan Mofu untuk memperkaya, memperkuat serangan kita. Dan itu terbukti, tapi sepak bola tidak bisa dihitung hanya di satu babak. Jadi saya kira ini hasil yang cukup luar biasa buat seluruh pemain dan apresiasi yang tinggi-tingginya buat mereka," jelas pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Bersama PSS dan Garudayaksa, satu tim yang promosi ke kasta tertinggi di musim depan adalah Adhyaksa, yang memenangi babak play off melawan tuan rumah Persipura Jayapura dengan skor 1-0.
Ketiga tim ini menggantikan tiga tim dari Super League yang turun kasta, yang sejauh ini sudah diketahui ada dua tim, yaitu PSBS Biak dan Semen Padang.
Baca juga: Semen Padang susul PSBS degradasi ke Liga Championship
Baca juga: Cukur Persipal 8-3, Barito Putera tetap gagal promosi ke Super League
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·