Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memberikan santunan yang layak untuk keluarga Nurlela, guru yang jadi korban kecelakaan tabrakan kereta di Terminal Bekasi Timur, Senin (27/6).
"Saya mendorong agar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan insentif khusus, santunan yang layak, serta perlindungan maksimal kepada keluarga almarhumah. Ini penting sebagai bentuk penghormatan negara kepada guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan,” kata dia dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Hetifah mengatakan, Nurlela merupakan seorang guru yang mengabdi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur.
Nurlela diketahui juga baru menyelesaikan pendidikan magisternya demi meningkatkan kualitas diri agar bisa menjadi tenaga pengajar yang baik.
Dedikasi dan jerih payah Nurlela ini lah, lanjut Hetifah, yang harus dihargai negara dengan cara memberikan penghargaan yang layak.
Tidak hanya memberikan penghargaan kepada Nurlela, Hetifah juga mendorong pemerintah agar mengevaluasi sistem transportasi publik.
Dia menilai sistem keselamatan harus menjadi prioritas utama seluruh penyelenggara transportasi demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang.
Dia berharap tragedi ini bisa menjadi pembelajaran besar bagi pemerintah agar ke depan peristiwa serupa tidak terulang kembali.
Baca juga: Pendidikan keselamatan transportasi dinilai perlu masuk kurikulum
Baca juga: Pengamat nilai usulan pemindahan gerbong wanita di KRL kurang tepat
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·