Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi operasional layanan taksi online asal Vietnam, Green SM, menyusul insiden kecelakaan maut di perlintasan sebidang Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026). Langkah ini diambil setelah armada taksi tersebut diduga menjadi pemicu tabrakan yang melibatkan kereta api.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah melaporkan rencana evaluasi terhadap perusahaan transportasi berwarna hijau tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap gangguan keselamatan transportasi publik di wilayah penyangga ibu kota sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," tulis keterangan resmi Sekretariat Kabinet melalui unggahan media sosial yang dikutip dalam pemberitahuan tersebut.
Pemerintah menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan sistem pengamanan di perlintasan sebidang secara menyeluruh. Salah satu rencana strategis yang disiapkan adalah pembangunan flyover di Bekasi guna meminimalisir kepadatan lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan serupa di masa depan.
Proses penanganan pasca-kecelakaan dilakukan oleh petugas gabungan dengan memprioritaskan evakuasi korban yang terjebak di dalam rangkaian gerbong. Saat ini, seluruh korban luka telah dilarikan ke 12 rumah sakit berbeda di sekitar wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi para korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan yang memadai.
Pemerintah menegaskan bahwa perbaikan total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian akan menjadi agenda utama untuk mencegah terulangnya tragedi di masa mendatang.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, kecelakaan bermula saat KRL relasi Bekasi-Cikarang menghantam armada taksi Green SM di perlintasan sebidang JPL 85. Tabrakan ini mengakibatkan rangkaian KRL berhenti beroperasi dan dialihkan statusnya menjadi Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181.
Gangguan tersebut berdampak pada penghentian rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 di Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya yang melintas tidak dapat berhenti tepat waktu sehingga menabrak rangkaian KA PLB 5568 yang sedang berhenti tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·