KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelontorkan Rp 57 miliar untuk mendanai 122 program riset sains dan teknologi. Penelitian tersebut melibatkan 854 dosen dan tenaga kependidikan yang langsung bekerja sama dengan industri.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Ahmad Najib Burhani menjelaskan, program ini bertujuan untuk menjembatani inovasi riset dengan industri riil. Dengan skema kerja sama ini, hasil 122 riset yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu diharapkan bisa langsung digunakan oleh industri, bahkan dikomersialkan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Najib mengatakan program riset kali ini berbeda dengan penelitian tradisional pada umumnya, yang berorientasi pada publikasi jurnal atau buku.
“Ini arahnya yang lain. Menyelesaikan masalah masyarakat, bersama industri dan skill up. Maka kita juga bekerja sama dengan pemerintah, isu apa yang menjadi problem di daerah itu,” kata Najib dalam peluncuran Program Bestari Saintek Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, pada Rabu, 29 April 2026.
Adapun riset-riset tersebut terdistribusi ke dalam delapan sektor strategis, dengan sektor pangan dan pertanian menjadi yang terbanyak yakni 45 proposal. Kemudian disusul sosial humaniora, seni budaya, dan pendidikan sebanyak 30 proposal, serta kemaritiman untuk 12 proposal penelitian.
Selanjutnya, untuk teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 9 tim, kesehatan dan obat sebanyak 8 tim, kebencanaan sebanyak 8 tim, energi dan energi baru terbarukan sebanyak 6 tim, dan material maju 4 tim.
Najib mengatakan 122 riset yang dipilih tersebut telah melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif. Dari 2.499 pendaftar yang melengkapi dokumen pernyataan minat, hanya 122 tim periset yang terpilih. Jumlah itu melibatkan 854 dosen dan tenaga kependidikan, serta didukung oleh 341 industri pendukung dari berbagai sektor.
Secara kelembagaan, perguruan tinggi pengampu riset ini didominasi oleh perguruan tinggi negeri (PTN) sebesar 57,8 persen, sementara 42,2 persen disumbang dari perguruan tinggi swasta (PTS). "Angka ini menegaskan peran krusial PTN dan juga PTS sebagai penggerak riset nasional sekaligus memperlihatkan geliat serta kontribusi banyak PTS yang semakin aktif di dalam kegiatan riset nasional kita," kata Najib.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·