Pemerintah Impor Minyak Rusia Guna Amankan Pasokan Dalam Negeri

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengimpor minyak mentah dari Rusia guna menjamin stabilitas pasokan energi di dalam negeri. Kepastian langkah strategis ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).

Dilansir dari Detik Finance, langkah diversifikasi ini diambil sebagai respons terhadap kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Meskipun Indonesia telah menjalin kerja sama impor minyak mentah dan LPG dengan Amerika Serikat, ketergantungan pada satu negara dinilai berisiko bagi ketahanan energi nasional.

"Kita akan beli crude di Rusia, dan ini kita lakukan juga di negara lain termasuk di Amerika. Kenapa? Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu, kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara, jadi harus ada diversifikasi," kata Bahlil, Menteri ESDM.

Bahlil menekankan bahwa kebijakan ini merupakan upaya untuk memperkuat ketersediaan bahan baku kilang di Indonesia. Melalui strategi perluasan mitra dagang ini, kondisi stok minyak mentah nasional diproyeksikan akan menunjukkan tren positif dalam waktu dekat.

"Jadi Insyaallah crude kita, Insyaallah akan semakin membaik," sambung Bahlil.

Terkait jadwal pengiriman, pemerintah menargetkan proses distribusi dari Rusia dapat segera terealisasi. Bahlil menyebutkan bahwa pengiriman pasokan minyak tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada bulan April ini.

"Oh kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan," ujar Bahlil.

Mengenai rincian volume impor, Bahlil enggan memaparkan angka spesifik karena alasan kerahasiaan perjanjian komersial antar kedua pihak. Namun, ia menegaskan bahwa ketersediaan stok hingga akhir tahun dipastikan dalam kondisi aman sesuai dengan instruksi Presiden.

"Saya enggak bisa menjelaskan tentang volume. Yang penting saya sebagai pemerintah, atas arahan Bapak Presiden, memastikan bahwa seluruh kebutuhan kita, crude kita itu tersedia dan kita harus cari untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani," terang Bahlil.

Selain masalah volume, informasi mengenai harga beli minyak dari Rusia juga tidak dipublikasikan secara mendetail. Pemerintah menyatakan bahwa nominal transaksi mengikuti dinamika pasar yang berlaku serta hasil kesepakatan negosiasi bilateral.

"Harga pasti akan terjadi dinamis ya. Harga itu akan menyesuaikan dengan harga pasar dan tergantung negosiasi kita," tutur Bahlil.