Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah eskalasi geopolitik dan tekanan aktivitas dunia dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (6/4/2026). Fondasi domestik dinilai solid berkat koordinasi kebijakan yang kuat dan inflasi yang terkendali.
Pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 diproyeksikan mencapai 3,4 persen menurut laporan Global Focus Economic Outlook dari Standard Chartered. Meskipun dinamika global bergerak cepat akibat kebijakan fiskal dan moneter yang dinamis, Indonesia masih menunjukkan indikator sektor riil yang ekspansif serta surplus perdagangan.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa bauran kebijakan moneter dan makroprudensial tetap diarahkan pada kerangka pro-stability dan pro-growth. Upaya ini dilakukan untuk memastikan nilai tukar rupiah stabil dan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.
"Stabilitas makroekonomi yang terjaga, termasuk inflasi dalam sasaran dan nilai tukar relatif stabil, menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional," jelas Perry seperti dilansir dari Money pada Kamis (4/12/2025). Hal ini dianggap vital untuk menjaga kepercayaan investor asing.
Standard Chartered Indonesia melalui laporan Wealth Outlook menyebutkan bahwa pergerakan pasar saat ini semakin terfragmentasi antar kelas aset. Kondisi tersebut menyebabkan pola pergerakan saham, obligasi, dan komoditas tidak lagi seragam, sehingga membutuhkan kecermatan strategi dari para pelaku pasar.
Head of Affluent Segment, Distribution and Wealth Solution Standard Chartered Indonesia, Tandy Cahyadi, menekankan pentingnya disiplin bagi investor dalam menghadapi volatilitas pasar. Menurutnya, portofolio yang terstruktur dan terdiversifikasi lebih efektif dibandingkan hanya menebak arah pergerakan harga jangka pendek.
"Hal terpenting dalam kondisi pasar seperti sekarang adalah memastikan portofolio tetap terstruktur dan terdiversifikasi dengan baik, juga selaras dengan tujuan jangka panjang nasabah," ujar Tandy Cahyadi dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (10/4/2026).
Lembaga tersebut merekomendasikan lima prinsip utama pengelolaan kekayaan, yakni disiplin, diversifikasi, durasi di pasar (time in the market), keseimbangan risiko dan imbal hasil, serta perlindungan. Strategi diversifikasi lintas geografi dan mata uang disarankan untuk memitigasi risiko kerugian di sektor tertentu.
Pendekatan masuk ke pasar secara bertahap atau dollar-cost-averaging dinilai lebih aman daripada menunggu momentum sempurna yang sulit diprediksi. Selain itu, penyeimbangan antara aset pertumbuhan seperti saham dan instrumen defensif seperti obligasi diperlukan untuk menjaga stabilitas pendapatan pasif investor.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·