Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam pertemuan dengan Standard & Poor's (S\&P) di Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (14/4/2026).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan kepastian kepada lembaga pemeringkat global mengenai stabilitas fiskal nasional di tengah dinamika ekonomi dunia. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, S\&P memberikan perhatian khusus terhadap konsistensi kebijakan anggaran Indonesia untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya.
Proyeksi defisit APBN 2026 yang sempat diperkirakan melebar ke angka 2,9 persen akibat lonjakan harga minyak kini diestimasi mengalami penurunan. Purbaya mengindikasikan bahwa angka tersebut berpotensi turun menjadi 2,8 persen terhadap PDB berdasarkan data Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) mendatang.
"Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu. Utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten untuk menjaga defisit kita di bawah 3% dari PDB. Saya bilang kita konsisten dengan kebijakan itu," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
S\&P juga menyoroti tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat membaik pada triwulan IV-2025 dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini memperkuat posisi Indonesia untuk mempertahankan peringkat kredit pada level investment grade atau BBB dengan outlook stabil.
Namun, lembaga pemeringkat tersebut memberikan catatan mengenai rasio pembayaran bunga utang yang melampaui angka 15 persen dari total pendapatan negara. Pemerintah menyatakan akan terus memantau indikator tersebut demi mencegah pemburukan kondisi fiskal di masa depan.
Langkah perbaikan rasio utang ini rencananya akan diselaraskan dengan peningkatan efektivitas pengumpulan pajak serta penerimaan cukai. Aktivitas ekonomi yang mulai menunjukkan pemulihan di berbagai sektor diharapkan mampu mendukung tercapainya target-target fiskal tersebut.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·