Pemerintah Targetkan Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 100 Persen pada 2029

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menargetkan rasio elektrifikasi nasional mencapai 100 persen pada tahun 2029 guna memastikan seluruh wilayah Indonesia mendapatkan akses pencahayaan yang merata, Kamis (16/4/2026).

Langkah strategis ini mencakup percepatan program Listrik Desa (Lisdes) yang menyasar pemukiman di wilayah terpencil. Dilansir dari Detik Finance, rasio elektrifikasi saat ini telah berada di angka sekitar 98 persen dari total populasi.

Pemerintah berencana menuntaskan akses listrik di sekitar 10.000 desa hingga akhir periode 2029. Untuk tahun 2025 saja, terdapat sebanyak 1.516 desa yang masuk dalam daftar prioritas penyaluran energi listrik.

"Kita dari tahun 2025 sudah mulai, sampai dengan 2029 kita akan menargetkan elektrifikasi untuk seluruh wilayah sekitar 100%. Jadi ini tidak ada lagi daerah-daerah yang gelap. Jadi, merdeka dari kegelapan," ungkap Yuliot di dalam keterangan tertulis, Kamis, (16/4/2026).

Yuliot menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur skala besar ini akan memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. Industri manufaktur lokal diminta bersiap memenuhi kebutuhan peralatan dan teknologi ketenagalistrikan agar ketergantungan impor dapat ditekan.

Selain perluasan jaringan, pemerintah tengah menggodok regulasi terkait peningkatan standar keselamatan instalasi listrik. Penggunaan perangkat Residual Current Breaker with Overcurrent (RCBO) akan diwajibkan sebagai proteksi tambahan bagi konsumen.

Pengembangan konsep bangunan ramah lingkungan atau green building juga menjadi fokus dalam upaya efisiensi energi. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di sektor industri terus didorong sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.

Kementerian ESDM memberikan penegasan bahwa kelonggaran impor tidak akan diberikan apabila kapasitas produksi alat pengaman listrik sudah mampu dipenuhi oleh industri domestik.