Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Juni 2026

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah bertepatan dengan tanggal 27 Juni 2026 setelah menggelar sidang isbat pada 17 Mei 2026. Keputusan ini diikuti dengan ajakan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar agar masyarakat memperkuat kepedulian sosial melalui ibadah kurban.

Ketetapan mengenai awal Zulhijjah ini disampaikan langsung oleh pihak Kementerian Agama melalui laporan dki.kemenag.go.id dan Antaranews. Berdasarkan hasil penetapan tersebut, tanggal 1 Zulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 18 Mei 2026, sehingga perayaan Iduladha berlangsung sepuluh hari kemudian.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa momentum hari raya ini harus menjadi sarana untuk meningkatkan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. Nilai pengorbanan yang diajarkan dalam agama diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Iduladha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial," ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Nasaruddin Umar yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal menambahkan bahwa ibadah kurban memiliki dampak nyata bagi perbaikan gizi masyarakat. Pembagian daging kurban dinilai mampu membantu keluarga yang membutuhkan serta mendukung program pencegahan stunting.

"Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa," papar Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Menurut penjelasannya, solidaritas dan gotong royong yang digerakkan melalui semangat berkurban menjadi modal penting dalam membangun bangsa. Gerakan sederhana ini diyakini memiliki dampak yang luas bagi keadilan sosial.

"Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas," tutur Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Melalui pernyataan resminya, Menag mengimbau umat Muslim agar mengoptimalkan kebermanfaatan ibadah mereka untuk sesama manusia.

"Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama," tandas Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Kementerian Agama berharap ibadah tahun ini berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi seluruh negeri.

"Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia," kata Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Dukungan terhadap makna hari raya ini juga datang dari pihak Kementerian Kebudayaan. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Iduladha sebagai bagian penting dari tradisi saling membantu yang kuat dalam budaya Indonesia.

"Peringatan Idul Adha ini merupakan satu peringatan yang penting, terutama bagi umat Islam yang merayakan, karena di situ ada satu arti tentang pengorbanan, keikhlasan, tentang toleransi, tentang solidaritas sosial," kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Di sisi lain, cnnindonesia.com melaporkan bahwa masyarakat menyambut perayaan ini dengan membagikan ucapan selamat. Sebanyak 30 kata-kata mutiara bertema doa dan rasa syukur dapat digunakan untuk mempererat silaturahmi antar keluarga di media sosial.