Skema tarif token listrik prabayar PLN untuk periode pekan ini, 26-31 Mei 2026, dipastikan tidak mengalami perubahan. Besaran biaya yang dikeluarkan pelanggan prabayar tetap mengacu pada keputusan tarif triwulan II-2026 yang sudah ditetapkan pemerintah.
Langkah mempertahankan tarif ini diambil demi menjaga kekuatan ekonomi masyarakat. Penyesuaian harga listrik nonsubsidi sendiri biasanya dievaluasi berkala setiap tiga bulan dengan mengukur dinamika nilai tukar rupiah, inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), serta Harga Batubara Acuan (HBA).
"Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode Triwulan II tahun 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Dikutip dari Money, volume daya listrik berupa kilowatt hour (kWh) yang didapat konsumen bisa bervariasi meski nominal uang pembeliannya sama. Situasi ini terjadi karena adanya pengaruh golongan daya listrik prabayar dan aturan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang berlaku di tiap daerah.
Berikut merupakan rincian tarif dasar listrik per kWh untuk golongan rumah tangga nonsubsidi berdasarkan data resmi dari PLN:
900 VA (R-1/TR): Rp 1.352 per kWh
1.300 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
2.200 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
3.500 VA-5.500 VA (R-2/TR): Rp 1.699,53 per kWh
* 6.600 VA ke atas (R-3/TR): Rp 1.699,53 per kWh
Simulasi Perhitungan Perolehan kWh Token Listrik
Rumus dasar hitungan matematika untuk mengetahui besaran kWh yang masuk ke meteran adalah nilai pembelian token dikurangi PPJ daerah, kemudian dibagi tarif dasar golongan listrik. Rumus operasionalnya berupa (Harga token – PPJ) ÷ tarif dasar listrik.
Melalui simulasi dengan acuan besaran PPJ sebesar 3 persen yang berlaku di wilayah Jakarta, berikut adalah estimasi perolehan token untuk pengguna daya 1.300 VA:
Pembelian Token Seharga Rp 50.000
Konsumen yang membeli token senilai Rp 50.000 akan dikenakan potongan PPJ sebesar Rp 1.500, sehingga sisa saldo bersih untuk listrik adalah Rp 48.500. Angka tersebut kemudian dibagi tarif golongan 1.300 VA senilai Rp 1.444,70.
Melalui hitungan pembagian (Rp 50.000 – Rp 1.500) ÷ Rp 1.444,70, listrik bersih yang diperoleh pelanggan adalah berkisar 33,57 kWh.
Pembelian Token Seharga Rp 100.000
Bagi pembelian token dengan nominal Rp 100.000, potongan PPJ 3 persen yang diterapkan bernilai Rp 3.000. Saldo yang tersisa untuk dikonversi ke daya energi menjadi sebesar Rp 97.000.
Melalui kalkulasi akhir menggunakan rumus (Rp 100.000 – Rp 3.000) ÷ Rp 1.444,70, total daya listrik yang didapatkan konsumen adalah 67,14 kWh.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·