Pemerintah Verifikasi Keberadaan Dua Supertanker Iran di Perairan RI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan terkait masuknya dua kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) asal Iran ke wilayah perairan nasional pada Selasa (5/5). Langkah ini diambil merespons laporan pelayaran kapal yang diduga lolos dari blokade militer Amerika Serikat.

Juru bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan bahwa otoritas pemerintah saat ini sedang melakukan koordinasi internal secara intensif. Pemantauan dilakukan untuk memastikan aktivitas kapal asing tersebut tetap berada dalam koridor hukum maritim yang berlaku.

"Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia," kata Yvonne dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5).

Verifikasi lapangan menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan status navigasi kapal-kapal tersebut di zona maritim Indonesia. Yvonne menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap menghormati aturan lintasan internasional yang telah disepakati.

"Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus lakukan koordinasi internal, dan memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional," lanjut Yvonne.

Penegasan mengenai aturan navigasi ini merujuk pada konvensi hukum laut internasional yang menjadi landasan operasional di wilayah perairan Indonesia. Kemlu memastikan bahwa pengawasan terhadap rezim lintas di setiap zona maritim tetap dijalankan secara ketat.

"Yvonne berujar aturan navigasi di perairan manapun, termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing zona maritim," papar Yvonne.

Selain koordinasi internal, pemerintah juga membuka peluang komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk mengawal isu ini. Pemantauan terhadap pergerakan kapal akan terus dilakukan melalui mekanisme yang tersedia.

"Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat," tutup Yvonne.

Dua kapal tanker yang teridentifikasi adalah HUGE (9357183) dan DERYA (9569700), yang dilaporkan mengangkut muatan minyak mentah dalam jumlah masif. Berdasarkan data TankerTrackers.com, kapal HUGE membawa 1,9 juta barel, sementara DERYA mengangkut 1,88 juta barel minyak mentah menuju Kepulauan Riau.

Laporan dari TankerTrackers.com menyebutkan bahwa pelayaran ini terjadi di tengah pengetatan pengawasan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di Timur Tengah. Dari total 25 tanker yang meninggalkan Iran pada April, tujuh kapal diminta putar balik dan dua lainnya disita oleh pasukan Amerika Serikat.