Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana mengingatkan para perwira Polri yang mengambil studi doktoral agar tidak membuat proyek "batu nisan" dalam penelitian yang dilakukan.
Hikmahanto berharap penelitian disertasi yang dilakukan para perwira Polri dapat bermanfaat bagi dunia akademik dan pengambil kebijakan.
"Saya selalu ingatkan kepada mereka yang polisi ketika mereka jadi doktor jangan sekadar membuat proyek batu nisan. Maksudnya kalau meninggal di batu nisannya ditulis gelar doktornya. Jangan ya," kata Hikmahanto dalam sidang terbuka promosi doktor di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri, Jakarta, Selasa.
Pesan itu secara khusus ia sampaikan kepada Inspektur Jenderal Polisi Chaidir yang melaksanakan sidang terbuka promosi doktor bidang ilmu kepolisian.
Hikmahanto menjadi dosen pembimbing (promotor) dari penelitian disertasi Irjen Pol. Chaidir yang berjudul "Kerja sama internasional kepolisian antara Indonesia dan Malaysia (Nodal Governance) dalam Penanggulangan Kejahatan Terorganisir Transnasional".
Sebagai dosen pembimbing, pakar hukum internasional itu berharap perwira Polri yang menjadi bimbingannya dapat mengedepankan ilmu pengetahuan dalam setiap tindakan dan perkataannya.
Ia memuji beberapa perwira tinggi Polri yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai basis dalam kebijakannya atau menyampaikan informasi, salah satunya Komisaris Jenderal Polisi Prof Chryshnanda Dwi Laksana dan para pengajar serta guru besar yang ada di STIK Polri.
"Saya selalu katakan kalau saya berbeda pandangan dengan pemerintah. Saya katakan saya tidak boleh asal ngomong, tetapi basis saya harus ngomong datanya seperti apa, ilmunya seperti apa," terangnya.
Menurut ia, ada banyak perwira Polri yang berasal dari kalangan pemikir, meskipun secara umum di lingkungan Polri lebih banyak operasional daripada pemikir.
Ada juga yang perwira tinggi Polri mendapat pangkat tertinggi dan diapresiasi oleh negara karena pemikiran dan gagasan-gagasan digunakan selama bertugas.
Hikmahanto juga menekankan bahwa gelar doktor yang diperoleh seorang perwira Polri adalah senjata untuk mengarungi dunia didasarkan pada penelitian.
Bagi seorang doktor, penelitian disertasi adalah kunci penting. Di berbagai negara untuk program studi doktor perkuliahan tidaklah penting, bahkan di salah satu kampus di Inggris tidak mementingkan perkuliahan.
"Yang terpenting adalah penelitiannya,"'imbuhnya.
Oleh karena itu, Hikmahanto berharap penelitian yang dilakukan Irjen Pol. Chaidir dalam disertasinya mengenai kerja sama internasional kepolisian dalam penanggulangan kejahatan terorganisir transnasional dalam dikembangkan hingga ke tataran pemangku kepentingan.
Dia melihat disertasi tersebut memiliki kebaruan dan krusial pada era masyarakat ekonomi ASEAN saat ini.
Menurut ia, ada dua pilar penting yang belum dijalankan dalam tataran masyarakat kawasan ASEAN, yakni pilar keamanan dan pilar politik serta budaya.
Dalam konteks pilar keamanan, lanjut dia, penelitian yang dihasilkan Irjen Pol. Chaidir sangat penting untuk mewujudkan lingkungan kawasan ASEAN yang aman dari kejahatan terorganisasi yang masih terus ada.
Ia juga berharap hasil penelitian ini bisa disampaikan kepada berbagai pihak terkait, termasuk mudah-mudahan hasil penelitian bisa dibahas se-Indonesia dimasukkan dalam jurnal dan dibaca oleh para akademisi dan pemangku kepentingan.
"Sehingga apa yang menjadi pertanyaan saya tadi, apakah kita bisa membangun suatu kerja sama untuk memerangi kejahatan tanpa harus dibebani oleh birokrasi itu bisa terwujud," kata Hikmahanto.
"Mudah-mudahan suatu hari nanti hasil disertasi ini, apakah nanti penelitinya dalam kapasitas sebagai polisi atau akademisi bisa terwujud kerja sama yang tidak dibebani birokrasi dalam memerangi kejahatan terorganisasi," sambungnya.
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·