Pemerintah Wajibkan Penggunaan Bioavtur Satu Persen Mulai Tahun 2027

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan penggunaan bioavtur sebesar 1 persen untuk penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai tahun 2027. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 yang disosialisasikan pada Selasa, 14 April 2026.

Kewajiban penggunaan bahan bakar nabati (BBN) jenis bioavtur tersebut direncanakan bertahan hingga tahun 2028. Dilansir dari Bloombergtechnoz, pemerintah kemudian akan meningkatkan kadar campuran bioavtur secara bertahap menjadi 5 persen pada periode 2029 hingga 2030.

Pemilihan kedua bandara internasional tersebut dilakukan karena memiliki volume lalu lintas pesawat luar negeri yang tinggi. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa implementasi tahap awal akan difokuskan pada pesawat yang terbang dari Jakarta dan Bali.

"Dan ini kita implementasikan dulu misalnya dari yang semua yang terbang dari bandara Soekarno-Hatta. Dan dari bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Karena sektor ini pesawat internasionalnya banyak," ujar Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.

Pemerintah menargetkan produksi bioavtur tidak hanya bersumber dari minyak jelantah atau used cooking oil (UCO). Bahan baku lainnya yang akan dimanfaatkan mencakup sulingan asam lemak sawit (PFAD), minyak sawit mentah (CPO), serta palm oil mill effluent (POME).

Untuk mendukung target tersebut, PT Pertamina (Persero) tengah mempercepat pembangunan kilang bioavtur standalone di Cilacap. Fasilitas ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 6.000 barel per hari atau setara dengan 300.000 kiloliter per tahun.

Keberhasilan di Kilang Cilacap direncanakan akan direplikasi ke fasilitas lain seperti Kilang Dumai dan Kilang Balongan. Melalui investasi besar pada infrastruktur kilang, pemerintah berharap Indonesia dapat sepenuhnya mengalihkan ketergantungan dari energi fosil ke energi ramah lingkungan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk memacu industri bioavtur melalui investasi kilang nasional. Hal tersebut disampaikan saat meresmikan pabrik kendaraan listrik di Magelang, Kamis, 9 April 2026, sebagai upaya strategis mengolah limbah minyak goreng menjadi bahan bakar pesawat berkelanjutan.