Pemesan Ponsel Trump Mobile T1 Keluhkan Data Pribadi Diumbar

Sedang Trending 59 menit yang lalu

TRUMP Mobile akhirnya mendistribusikan produk perdananya setelah hampir setahun tertunda tanpa kabar. Ponsel dengan merek T1 Phone dijual dengan harga US$ 499, atau kini setara Rp 8,8 jutaan, dan diklaim telah menerima sebanyak lebih dari 600 ribu pemesanan. 

Fakta menarik dari informasi ini justru bukan kehadiran ponselnya. Namun, celah kerentanan siber yang menyasar pemesan. Hal tersebut terungkap dari ulasan seorang youtuber, Voidzilla, yang menuding situs web Trump Mobile mengekspos data para pemesan. Dia termasuk salah satu korbannya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut keterangan Voidzilla, alamat pos, email, dan informasi pesanannya dapat diakses publik. Meskipun detail kartu kreditnya tidak sampai terungkap, ia menganggap ini sebagai pengalaman buruk dalam pemesanan produk teknologi. “Celah yang sangat mudah dieksploitasi,” katanya dikutip dari Android Authority, Rabu, 20 Mei 2026.

Youtuber lain dengan akun PenguinzO juga mengaku data pemesanannya yang berisi alamat surat elektronik telah bocor dari situs perusahaan. Mereka berdua sudah melaporkan insiden ini kepada Trump Mobile, tapi belum mendapat tanggapan. 

Voidzilla mengungkap bahwa dari ID pelanggan yang terungkap menunjukkan ada sekitar 10.000 pemesan unik dan sekitar 30.000 pesanan melalui situs tersebut. Angka itu jauh dari 600.000 pesanan yang dilaporkan sebelumnya. Dia menambahkan tidak yakin apakah angka tersebut juga termasuk pesanan untuk paket layanan Trump Mobile.

Terlebih lagi, ponsel T1 itu baru mulai sampai ke tangan beberapa orang hari ini setelah hampir setahun muncul pertanyaan tentang apakah ponsel itu akan pernah dikirim. Tampilan awal menunjukkan bahwa ponsel ini menyerupai HTC U24 Pro yang diubah mereknya dengan casing berwarna emas, aplikasi Truth Social yang sudah terpasang, dan kotak yang bertuliskan "Dirakit dengan Bangga di AS," alih-alih klaim "Dibuat di AS" seperti laporan sebelumnya.