Pemkab Bekasi gotong royong kawal Program MBG

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bekerja secara gotong royong dengan mengerahkan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan tugas dan fungsi satuan tugas atau satgas yang telah dibentuk.

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Carwinda meminta seluruh jajaran Satgas MBG untuk segera bergerak mengawal program strategis nasional tersebut guna mencegah adanya keterlambatan penanganan.

"Pertama untuk camat sebagai kepala satgas di kecamatan harus segera membentuk posko pengawasan. Saya tidak ingin ada kecamatan yang lambat," katanya di Cikarang, Selasa.

Dia juga menginstruksikan kepala satgas di masing-masing kecamatan untuk melakukan validasi data penerima manfaat dan mengawasi sistem distribusi, termasuk mendorong peningkatan kualitas dapur produksi.

Baca juga: Dapur SPPG di Pesantren perkuat ekonomi mandiri lewat usaha produktif

"Tolong segera koordinasi dengan instansi terkait seperti BPS dan Dinas Sosial untuk pembaruan data penerima manfaat. Kemudian soal sertifikasi Standar Tata Kelola dan Sanitasi (STKS) bagi setiap SPPG guna menjamin kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat," katanya.

Dia juga menyoroti aspek ekonomi lokal dengan meminta satgas kecamatan mendorong warga untuk menjadi pemasok bahan baku makanan. "Pastikan masyarakat lokal yang menjadi pemasok agar perekonomian di bawah ikut maju," ucapnya.

Carwinda memaparkan sejumlah indikator utama yang harus dipenuhi agar Satgas MBG mampu berkontribusi optimal dalam program ini antara lain penerbitan Peraturan Bupati Bekasi sebagai payung hukum.

Kemudian alokasi anggaran pendukung melalui APBD dan monitoring terpadu antarperangkat daerah, pelatihan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pembinaan sanitasi oleh puskesmas, serta inovasi sistem pelaporan berbasis digital.

Kepala BPS Kabupaten Bekasi Krido Saptono menyatakan kesiapan melaksanakan pemutakhiran data sasaran penerima manfaat program MBG sebagai wujud partisipasi dalam kerangka kerja secara gotong royong tersebut.

Baca juga: SPPG Polda Metro Jaya panen sawi dan ikan untuk 2.529 penerima manfaat

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah yang turut memastikan pelaksanaan verifikasi penerima dari kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas dengan mengacu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pemerintah daerah setempat akan kembali melakukan pencocokan data penerima manfaat sebagai bahan validasi agar masyarakat sasaran yang belum menerima layanan tersebut dapat segera terakomodasi.

Hingga penghujung April 2026, Program MBG di Kabupaten Bekasi telah menjangkau 548.248 penerima manfaat dari berbagai kalangan masyarakat.

Program tambahan makanan bergizi ini sudah diberikan kepada total 453.594 pelajar mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama. Layanan tersebut juga telah diperluas dengan turut menyasar 10.370 ibu hamil, 19.891 ibu menyusui, serta 64.393 balita.

Sementara terkait kesiapan dapur layanan, saat ini tercatat ada 318 dapur SPPG se-Kabupaten Bekasi yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut akan kembali didata serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat penerima manfaat.

Baca juga: Wamenkes: Delapan miliar lebih porsi MBG dibagikan sejak Januari 2025
Baca juga: Investigasi BGN temukan nitrit di tumis pakcoy pada MBG di Cianjur

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.